Khasanah Islam
Bacaan Lengkap Dzikir Petang Al Matsurat, Doa Petang Demi Keselamatan Diri dari Bahaya di Malam Hari
Bacaan Lengkap Dzikir Petang Al Matsurat, Doa Petang Demi Keselamatan Diri dari Bahaya di Malam Hari
POS-KUPANG.COM - Bacaan Lengkap Dzikir Petang Al Matsurat, Doa Petang Demi Keselamatan Diri dari Bahaya di Malam Hari
Berdzikir merupakan amalan yang disukai Rasulullah. Nabi Muhammad SAW tidak pernah melewatkan Dzikirnya setiap hari.
Inilah mengapa Dzikir menjadi salah satu sunnah nabi yang dianjurkan oleh umat muslim, termasuk dzikir petang.
Dzikir dapat dilakukan kapanpun waktunya, akan tetapi terdapat waktu yang paling utama untuk berdzikir yaitu di waktu pagi dan petang.
Dzikir di waktu pagi hari dapat membuat kita menjadi lebih semangat.
Dan melantunkan Dzikir di waktu petang, Allah akan memudahkan segala urusan yang kita punya dan menjauhkan kita dari bahaya di malam hari.
Kapankah waktu Dzikir Al Matsurat atau doa petang dan pagi?
Waktu utama Dzikir di pagi hari yaitu pada saat masuk waktu subuh hingga matahari terbit.
Sedangkan, waktu utama Dzikir Al Matsurat atau doa petang yaitu pada rentang waktu Maghrib ( Sholat Magrib ) sampai pertengahan malam sekitar pukul 11 malam.
Berikut Bacaan doa petang atau dzikir petang
(Dari tenggelam matahari atau waktu Maghrib hingga pertengahan malam)
Pembuka
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”
Membaca ayat Kursi 1 kali
اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah: 255)