Kurangi HIV/AIDS di Kota Kupang, Ini Yang Dilakukan Tim Pengendali
Pimpinan Daerah yang tergabung dalam tim pengendali HIV/AIDS untuk penanganan terhadap orang-orang yang tidak mau berobat.
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Rosalina Woso
Kurangi HIV/AIDS di Kota Kupang, Ini Yang Dilakukan Tim Pengendali
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Wakil Wali Kota Kupang, dalam hal ini Ketua Pelaksana Pengendali Aids, Herman Man mengatakan meningkatnya kasus HIV/AIDS di kota Kupang karena kehilangan orang-orang yang tidak mau berobat.
Oleh karena itu beberapa waktu lalu dirinya meminta dukungan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah yang tergabung dalam tim pengendali HIV/AIDS
untuk penanganan terhadap orang-orang yang tidak mau berobat.
"Dari pertemuan tersebut keluarlah beberapa kesepakatan, sehingga informasi orang yang dapat secara rahasia dikejar, internal pemerintah mencari lewat Warga Peduli AIDS yang ada pada kelurahan-kelurahan. Bila sudah ketemu maka kita akan memotivasi dengan memberikan pengobatan, begitu juga dari jalur agama agar patuh minum obat. Kami fokus di situ," tuturnya.
Kata Herman, tempat prostitusi yang berat dan liar tentunya akan menjadi perhatian tim pengendali. Jika memang ada pasti akan ditutup tidak ada tawaran. Misalnya bila ditemukan dan disertai bukti pitrad terjadi transaksi seks karena ada yang positif makan langsung tutup.
Diakuinya, di kota Kupang kehilangan sekira 60-an orang yang berhenti berobat. "Kami baru dapa empat, oleh karena itu bersama-sama mencari dan tidak akan diumumkan," ujarnya.
Kata Herman, terkait obat-obatan semya diberikan secara gratis. Karena ini penderita khusus makan ditangani pun secara khusus, dari situlah fungsi dari WPA. Penderita tidak perlu mengantri untuk mendapatkan pelayanan tapi dari WPA yang akan membantu untuk memberikan obat-obatan.
Jadi, lanjutnya, tim akan melakukan pengendalian jumlah kasus dan pengurangan orang yang berhenti berobat.
Diberitakan sebelumnya Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man selaku Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kupang meminta dukungan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang tergabung dalam tim pengendali AIDS Kota Kupang untuk menangani penyebaran HIV AIDS di Kota Kupang.
Permintaan tersebut disampaikannya dalam Pertemuan Akhir Tahun 2020 Tim Pengendali Penangggulangan AIDS Kota Kupang yang berlangsung di ruang rapat Garuda, Kantor Wali Kota Kupang, Kamis (3/12).
Pada kesempatan tersebut Wawali juga menjabarkan dukungan apa saja yang diharapkan dari Tim Pengendali AIDS di tahun 2021 mendatang.
Di antaranya adalah menyusun rencana kunjungan lapangan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing untuk dibahas dan ditindaklanjuti bersama dalam rapat Tim Pengendali AIDS.
Tim Pengendali diharapkan juga memberikan dukungan berupa saran, pendapat dan sosialisasi, pembinaan kepada staf masing-masing dalam upaya penanggulangan AIDS di Kota Kupang. Pembinaan juga menurutnya perlu dilakukan terhadap pemilik atau pengelola dan pekerja di bar/karaoke, pitrad dan spa serta lokalisasi lokal.
Wawali juga mengajak Tim Pengendali AIDS untuk bersama Satuan Polisi Pamong Praja melakukan penertiban spot-spot yang terindikasi melakukan prostitusi. Babhinkamtibmas dan Babinsa juga diminta kesediaan untuk mendampingi KPA dalam kegiatan lapangan seperti sosialisasi dan mobile VCT pada lokasi yang rawan penolakan.
Baca juga: ASTAGA, Sejoli Berhubungan Badan Lupa Tutup Tirai Jendela Hotel, Peserta Festival Keagamaan Heboh
Baca juga: Krisna : Rasa Makanan Dapur Lapangan TNI, Enaknya Tidak Kalah Dengan Masakan Restoran
Baca juga: Kapolda NTT Apresiasi Proses Penceblosan di 9 Kabupaten Berjalan Dengan Tertib
Baca juga: Pilkada Belu 2020 : Suara Masuk di Aplikasi SiRekap KPU Baru 14 Persen
Pendampingan intensif sangat diharapkan saat KPA melakukan visitasi terhadap pasien terutama pada ODHA dan keluarga dengan tetap menjamin asas kerahasiaan pasien. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).