Breaking News:

Dinsos NTT Targetkan Penyaluran Bansos Rampung Pada Desember

Pemprov NTT menargetkan penyaluran bantuan sosial ( Bansos) dalam bentuk jaring pengaman sosial ( JPS) rampung pada Desember 2020

Dinsos NTT Targetkan Penyaluran Bansos Rampung Pada Desember
Ferry Ndoen
Jamal Ahmad

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Pemprov NTT) menargetkan penyaluran bantuan sosial ( Bansos) dalam bentuk jaring pengaman sosial ( JPS) rampung pada Desember 2020.

Melalui refocusing dan realokasi anggaran, Pemprov NTT telah menggelontorkan dana senilai Rp 105 miliar untuk program Jaring Pengaman Sosial bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 di seluruh NTT.

Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT, Drs. Djamaluddin Ahmad menjelaskan, Bansos dalam program JPS diberikan dalam dua bentuk yakni beras dan uang tunai. Program tersebut diberikan dalam tiga tahapan.

Baca juga: Ketua KPU Malaka dan unsur Forkompimda Lepas Pendropingan Logistik ke 11 Kecamatan

Tahap pertama, urai Djamaluddin, Pemprov NTT mendistribusikan beras kepada lembaga keagamaan dan lembaga sosial masyarakat yang ada di 22 kabupaten/kota se-NTT. Setiap kabupaten/kota mendapat alokasi lima ton beras. Pendistribusian tersebut telah rampung 100 persen.

Tahap kedua, kata Djamaluddin, Pemprov NTT juga telah mendistribusikan bantuan beras dan Bansos Tunai (BST) kepada 5.166 tenaga yang terkena PHK di 14 kabupaten/kota termasuk para wartawan. Selain itu, juga mendistribusikan kepala 95 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdapat di 18 kabupaten/kota.

Baca juga: Pilkada Sumba Timur - Beginilah Suasana Dua Paslon Saat Mengikuti Doa Bersama di GKS Manubara

"Berkaitan dengan bantuan tunai dalam bentuk uang juga beras per seluruh NTT ada 5.166, itu untuk mengakomodir tenaga yang di-PHK di 14 kabupaten kota termasuk wartawan. Kalau KPN yang harus kita jangkau itu ada kurang lebih 95.000 KPN," kaya Djamaluddin kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (8/12).

Ia menjelaskan, setiap KTM mendapat beras 30 kg per bulan selama dua bulan dan uang Rp 300 ribu per bulan selama dua bukan. Untuk pendistribusian tahap kedua dengan sasaran KTM di 18 kabupaten/kota juga telah direalisasikan 100 persen.

Demikian pula untuk pendistribusian yang difokuskan untuk KTM di 4 kabupaten sasaran di luar 18 kabupaten terdahulu, yang terdiri dari Kabupaten Sumba Timur, Sumba tengah, Lembata dan Alor, juga telah dilaksanakan.

Lebih lanjut, untuk 5.160 KPN tenaga kesehatan yang tersebar di 14 kabupaten/kota sudah selesai dilaksanakan. Dari seluruh proses pendistribusian itu, terdapat komplain masyarakat di Kabupaten Manggarai Timur berkaitan dengan kualitas beras. Namun demikian, hal itu telah ditangani dengan dilakukannya pergantian beras.

"Jadi untuk distribusi beras secara total sekitar 99,9 persen sudah berjalan," kaya Djamaluddin.

Sementara itu, Djamaluddin mengakui, pendistribusian uang tunai baru mencapai Rp 18 miliar dari total alokasi sebesar Rp 27 miliar.

"Ini kita lagi dalam progres, sampai saat ini baru tercapai kurang lebih Rp 18 miliar lebih dari Rp 27 miliar," akunya.

Pihaknya mendorong Bank NTT sebagai bank yang mendapat tugas mencairkan dana masyarakat itu untuk mempercepat proses dan memudahkan pencairan dana dengan target bisa disesalkan pada Desember 2020.

"Uang-uang itu sementara bergeser, kita terus mendorong bank memudahkan pencairan dana bagi masyarakat. Target Desember harus selesai. Pokoknya saya yakin Desember saya semua bisa beres," katanya. (Laporan wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved