Ketua BPD Desa Radabata Marianus Leke Pimpin Musdes RKP Tahun 2021

Ketua BPD Desa Radabata Kecamatan Golewa Marianus Leke Pimpin Musdes RKP Tahun 2021

Editor: Kanis Jehola
zoom-inlihat foto Ketua BPD Desa Radabata Marianus Leke Pimpin Musdes RKP Tahun 2021
POS-KUPANG.COM/GORDI DONOFAN
Suasana Musdes di aula kantor Desa Radabata Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada, Jumat (4/12/2020).

Ketua BPD Desa Radabata Kecamatan Golewa Marianus Leke Pimpin Musdes RKP Tahun 2021

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Pemerintah Desa Radabata Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada mengadakan kegiatan Musyawarah Desa ( Musdes) perencanaan Rencana Kerja Pembangunan ( RKP) Desa tahun 2021.

Kegiatan Musdes berlangsung di aula kantor Desa Radabata yang dipimpin oleh Ketua BPD Radabata, Marianus Leke, Jumat (4/12/2020).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Radabata, Wilhelmus Muga bersama perangkat desa, ketua BPD bersama anggota, sejumlah tokoh masyarakat, pemuda, tokoh agama, tokoh perempuan serta tamu undangan lainnya.

Baca juga: Delapan Orang yang Kontak Erat dengan Pasien Covid-19 di Sumba Timur Masih dalam Pemantauan

Kades Wilhelmus menyebutkan prioritas penggunaan dana desa tahun anggaran 2021 antara lain yaitu pembangunan jalan permukiman di dusun Ladoliwu, pembangunan perumahan 10 unit, pembangunan bak Pah 20 uni, budidaya tanaman Jahe, pemeliharaan tanaman perkebunan berbasis kopi Arabika dan BLT DD.

Ia menyebutkan bahwa pembangunan fisik seperti pembuatan bak Pah, jalan dan perumahan tentu menggunakan pola padat karya tunai yang harus melibat masyarakat desa.

Sehingga masyarakat ikut berpartisipasi mulai dari perencanaan hingga eksekusi kegiatan. Sebab pembangunan harus melibatkan masyarakat sehingga terwujudnya kesejahteraan.

Baca juga: SMPN 4 Omesuri Laksanakan Ujian Semester Berbasis Android

"Harapan bahwa dengan ada kegiatan ini maka sangat dibutuhkan peran dan partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan secara partisipatif sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terwujud. Tenaga kerja produktif di wajib untuk turut serta mengerjakan jalan, perumahan. Bak PAH dengan pola padat karya tunai. HOK minimal 50 persen dari anggaran kegiatan fisik," jelasnya.

Ia menginginkan agar budaya gotong-royong harus dibangkitkan kembali dan kebersamaan masyarakat terjalin. Partipasi masyarakat sangat dibutuhkan, pemerintah tidak bisa sendirian membangun desa sehingga butuh kerjasama yang baik demi mewujudkan desa yang maju dan sejahtera.

" Ya, seperti itulah harapan kita. Karena membangun desa bukan hanya pemerintah saja tetapi juga seluruh warga masyarakat di desa," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved