Breaking News:

Salam Pos Kupang

Waspada Bencana Alam

SAAT ini hampir semua wilayah di Nusa Tenggara Timur ( NTT) sudah memasuki musim hujan walaupun antara satu daerah dengan daerah yang lainnya

Waspada Bencana Alam
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - SAAT ini hampir semua wilayah di Nusa Tenggara Timur ( NTT) sudah memasuki musim hujan walaupun antara satu daerah dengan daerah yang lainnya memiliki intensitas yang berbeda-beda. Walaupun intensitas yang berbeda tetapi bisa dipastikan bahwa dampak yang diakibatkan jika terjadi bencana alam paling tidak sama.

Bencana yang kerap melanda NTT saat musim penghujan ini cukup banyak seperti banjir, tanah longsor, penyakit demam berdarah, rob, dan berbagai bencana alam lainnya. Bencana-bencana tersebut belum termasuk gunung meletus atau gempa bumi yang juga selalu terjadi di wilayah NTT ini.

Baca juga: Pos Kupang Mediamorfosis dengan Spirit Perubahan (Refleksi Kecil di HUT ke- 28 Pos Kupang)

Pada awal-awal musim hujan bulan Oktober 2020 di beberapa wilayah sudah cukup banyak bencana yang terjadi, seperti tanah longsor di wilayah Manggarai. Sedangkan hujan untuk wilayah Kota Kupang dan sekitarnya terjadi pada akhir November ini juga sudah diikuti dengan bencana seperti sejumlah warga yang disambar petir.

Harian Pos Kupang edisi Rabu (2/12) memberitakan ada delapan orang warga disambar petir pada hari Senin (1/12) di wilayah Desa Bokong Kabupaten Kupang dan di Desa Humusu, Wini Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Baca juga: Penghuni Biara Kkottongnae Kehabisan Bahan Makanan Saat Jalani Karantina, Warga Berikan Bantuan

Dari kejadian tersebut empat orang dinyatakan meninggal dunia dan empat lainnya luka-luka. Kejadian serupa sebenarnya sudah pernah terjadi di beberapa wilayah lainnya.

Bencana yang terjadi tersebut sepertinya sudah memberi gambaran bahwa NTT ini memang akrab dengan bencana. Sebab, di wilayah ini berbagai jenis bencana sudah pernah terjadi baik pada musim hujan maupun pada musim kering.

Pada musim kering terjadi bencana kelaparan, serangan hama belalang, kebakaran gunung dan lahan dan bencana lainnya.

Oleh karena itu, warga di NTT ini perlu mewaspadai berbagai bencana alam yang terjadi. Warga harus sudah bisa mengetahui sejumlah gejala-gejala bakal terjadinya bencana alam. Dengan demikian bisa menghindari bencana yang bakal terjadi.

Misalnya, jika air di sungai sudah berwarna keruh dan volumenya di atas rata-rata yang terjadi sebelumnya maka itu sebagai pratanda bakal terjadi luapan air melebih biasanya. Selain itu, jika hujan disertai gutur dan gemuruh maka warga diharapkan untuk tidak berlindung di bawah pohon dan jangan memegang benda yang terbuat dari besi dan sejenisnya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved