Breaking News:

Wakil Wali Kota Kupang Jabarkan Dukungan dari Tim Pengendali HIV/ADS

Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man selaku Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS ( KPA) Kota Kupang meminta dukungan dari Forkompimda

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Kanis Jehola
Doc Prokompim Kota Kupang
Herman Man 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man selaku Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS ( KPA) Kota Kupang meminta dukungan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah ( Forkompimda) yang tergabung dalam tim pengendali AIDS Kota Kupang untuk menangani penyebaran HIV AIDS di Kota Kupang.

Permintaan tersebut disampaikannya dalam Pertemuan Akhir Tahun 2020 Tim Pengendali Penangggulangan AIDS Kota Kupang yang berlangsung di ruang rapat Garuda, Kantor Wali Kota Kupang, Kamis (3/12/2020).

Baca juga: Stok Beras di Bulog Atambua Aman

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Pengadilan Agama Kupang, Rasyid Muzhar, dan Kepala Seksi Barang Bukti dan Barang Rampasan pada Kejaksaan Negeri Kota Kupang, Eirene M Oranay, Sekretaris KPAI Kota Kupang, Marselinus Bay, beserta jajarannya.

Pada kesempatan tersebut Ia juga menjabarkan dukungan apa saja yang diharapkan dari Tim Pengendali AIDS di tahun 2021 mendatang.

Baca juga: TNI Bantu Petani Lookeu Benih Jagung Hibrida

Di antaranya adalah menyusun rencana kunjungan lapangan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing untuk dibahas dan ditindaklanjuti bersama dalam rapat Tim Pengendali AIDS.

Tim Pengendali diharapkan juga memberikan dukungan berupa saran, pendapat dan sosialisasi, pembinaan kepada staf masing-masing dalam upaya penanggulangan AIDS di Kota Kupang.

Pembinaan juga menurutnya perlu dilakukan terhadap pemilik atau pengelola dan pekerja di bar/karaoke, pitrad dan spa serta lokalisasi lokal.

Ia juga mengajak Tim Pengendali AIDS untuk bersama Satuan Polisi Pamong Praja melakukan penertiban spot-spot yang terindikasi melakukan prostitusi.

Babhinkamtibmas dan Babinsa juga diminta kesediaan untuk mendampingi KPA dalam kegiatan lapangan seperti sosialisasi dan mobile VCT pada lokasi yang rawan penolakan.

Pendampingan intensif sangat diharapkan saat KPA melakukan visitasi terhadap pasien terutama pada ODHA dan keluarga dengan tetap menjamin asas kerahasiaan pasien.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved