Breaking News:

Kasus Tanah Keranga Labuan Bajo Dalam Pandangan Aktivis Pergerakan HIPMMABAR-Jakarta

terletak di Keranga Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi NTT.

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
Dokumentasi pribadi Yosef Sampurna Nggarang untuk POS-KUPANG.COM.
Aktivis pergerakan sekaligus Pembina Himpunan Pemuda Mahasiswa Manggarai Barat (HIPMMABAR-JAKARTA), Yosef Sampurna Nggarang   

Kasus Tanah Keranga Dalam Pandangan Aktivis Pergerakan HIPMMABAR-JAKARTA

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Aktivis pergerakan sekaligus Pembina Himpunan Pemuda Mahasiswa Manggarai Barat (HIPMMABAR-JAKARTA), Yosef Sampurna Nggarang mengemukakan pandangannya terkait jalannya kasus tanah di Labuan Bajo, Rabu (2/11/2020).

Kasus tanah yang dimaksud adalah dugaan korupsi pengalihan aset tanah Pemerintah Daerah Mabar seluas 30 ha, yang terletak di Keranga Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi NTT.

Kasus tersebut saat ini dalam tahap penyidikan Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT.

Selama beberapa pekan terakhir, lahan Keranga/Toro Lemma Batu Kallo ,Haji Adam Djudje, Bupati Mabar, Gusti Dula menjadi pusat pemberitaan media lokal di Kabupaten Mabar.

"Pemeriksaan, penggeledahan, pepenyitaan (PPP) oleh kejaksaan, plang sudah di-pilox, dugaan tindak pidana korupsi, kerugian negara ditaksir Rp 3 triliun". Begitu judul dan isi  berita yang dibaca oleh publik selama ini," katanya dalam rilis yang diterima POS-KUPANG.COM.

Menurutnya, puluhan orang sudah dan akan dimintai keterangan oleh penyidik Kejati NTT di Labuan Bajo dan Kupang, mereka yang diperiksa mulai dari unsur Pemda Mabar, dari orang nomor satu, kepala bidang, mantan camat Komodo, camat aktif dan lurah.

Selanjutnya, dari unsur fungsionaris adat, mantan pejabat dari Kabupaten Manggarai, mantan pegawai BPN Manggarai, sebanyak tiga mantan Kepala BPN Mabar, mantan pegawai BPN Mabar, mantan pegawai Kecamatan Komodo pada tahun 1997 dinilai terlibat dengan proses lahan ini, serta penata lahan yang dipercayakan oleh Fungsionaris adat Nggorang.

"Kejaksaan juga sudah memeriksa para pemilik enam sertifikat dil lahan Keranga, juga sudah memeriksa sebagian para pembeli lahan tersebut. beberapa sertipikat sudah dikembalikan atau diserahkan ke Kejaksaan, sebagaimana pemberitaan sejumlah media," terangnya.

"Hari-hari ke depan, lanjut dia, episode pemanggilan-pemeriksaan terus terjadi, Nama-nama beken dari Ibukota DKI, sudah disebut oleh Humas Kejaksaan dan akan segera diperiksa," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved