Ahok Didera Masalah Lagi Kasusnya Diungkap Koordinator MAKI Soal Pembelian Lahan di Cengkareng, Lho?

Gugatan itu terkait perkara pembelian lahan di Cengkareng oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Padahal diketahui lahan itu adalah milik Pemprop DKI.

Editor: Frans Krowin
today.co.id
Baju batik Ahok yang dilelang oleh BenihBaik.com untuk membantu warga terdampak Covid-19 di Indonesia. 

Ahok Didera Masalah Lagi Kasusnya Diungkap Koordinator MAKI Soal Pembelian Lahan di Cengkareng, Lho?

POS-KUPANG.COM, JAKARTA -- Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama didera masalah lagi. Kali ini diungkap oleh Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI), Boyamin Saiman.

Boyamin Saiman juga akhirnya bisa bernapas lega, lantaran gugatannya atas kasus tersebut, akhirnya disidangkan kembali.

Gugatan praperadilan tersebut diajukan oleh MAKI ke PN Jakarta Selatan pada 13 Oktober 2020.

Sidang pembacaan permohonan sempat ditunda sebanyak dua kali karena termohon dari Bareskrim Polri tidak hadir, yakni pada 3 November dan 16 November 2020.

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat itu menjadi Gubernur DKI Jakarta dan sebagai pihak yang memberikan disposisi atas pembelian lahan ratusan miliar itu.

Sidang dilakukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (30/11/2020) kemarin dan dilanjukan pada Selasa (1/12/2020) hari ini.

Pada sidang pertama gugatan praperadilan penghentian penyidikan secara materil dan tidak sahnya dalam perkara pembelian lahan Cengkareng oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan beragendakan pembacaan permohonan.

Sidang tersebut dihadiri kedua belah pihak, yakni pemohon dari Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) dan para termohon, yakni Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI.

Sidang dengan nomor perkara nomor perkara 128/Pid.Pra/2020/Pn.Jaksel itu dipimpin oleh hakim tunggal, yaitu Yusdhi.

Sedangkan materi permohonan dibacakan oleh Kurniawan Adi Nugroho selaku kuasa hukum MAKI dan Lembaga Pengawas dan Pengawal Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI).

Materi permohonan yang dibacakan, terdapat 16 poin, salah satunya adalah hingga permohonan praperadilan aquo diajukan ke PN Jaksel, termohon II (Bareksrim Polri) tidak menetapkan tersangka dan termohon III (Kejati DKI) tidak segera mengajukan berkas perkara untuk dilakukan penuntutan ke Pengadilan Tidak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Dengan berlarut-larutnya penetapan atas perkara pokok korupsi pembelian tanah Cengkareng, sudah seharusnya diambil alih oleh termohon IV, yakni KPK.

Namun, hal yang sama juga tidak dilakukan.

Menurut Boyamin, pihaknya mengajukan gugatan praperadilan mangkraknya kasus penyidikan perkara pembelian lahan di Cengkareng, untuk rumah susun (rusun) oleh Pemprov DKI Jakarta yang ditangani Bareskrim Polri.

Kasus tersebut telah bergulir sejak 2015, yakni pembelian lahan seluas 46 hektar dengan dana sebesar Rp 668 miliar lebih pada masa Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Bonyamin menyebut, lahan yang dibeli oleh Dinas Perumahan dan Gedung Perkantoran Provinsi DKI Jakarta dengan dana bersumber dari APBD DKI tersebut diduga kuat telah terjadi tindak pidana korupsi.

Dugaan korupsi ini diperkuat dengan hasil klarifikasi yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyatakan bahwa pembayaran yang dilakukan oleh Pemprov DKI kepada orang yang mengaku pemilih lahan bersertifikat adalah salah.

Selain itu, PN Jakbar memutuskan pelapor yang mengaku memiliki sertifikat atas lahan yang dibeli, tidak berhak menerima pembayaran karena tanah tersebut sudah menjadi milik negara.

"Diduga sertifikat yang dimilikinya asli tapi palsu," kata Boyamin.

Berdasarkan temuan tersebut, Bareskrim Polri menelusuri perkara tersebut dan pada 2015 penyidikan telah dilakukan dan beberapa pihak telah diperiksa termasuk Gubernur Ahok dan wakilnya Djarot Saiful Hidayat.

Hingga 2018 perkara tersebut dilimpahkan oleh Bareskrim ke Polda Metro Jaya.

Boyamin menilai, hingga saat ini tidak ada pergerakan apa-apa yang dilakukan penyidik kepolisian.

"Di Polda Metro Jaya tidak ada pergerakan apa-apa, padahal di Bareskrim sudah ada, surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Agung," kata Boyamin.

Ahok Mengaku Tak Tahu

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, saat menjadi gubernur DKI, mengaku tak mengetahui bahwa lahan di Cengkareng Barat yang dibeli Dinas Perumahan dan Gedung Pemda dimiliki Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta.

Pada 10 Juli 2015, Basuki mendisposisi pembelian lahan di Cengkareng Barat tersebut. Lahan itu, dibeli dari Rudi Hartono Iskandar selaku kuasa pemilik lahan, Toeti Noeziar Soekarno, dengan harga appraisal.

"Saya enggak tahu dong (lahan Cengkareng Barat milik Pemprov DKI Jakarta)," kata Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (1/7/2016).

Basuki mengatakan, seluruh surat yang masuk kepadanya akan didisposisi sesuai aturan yang berlaku.

"Kami enggak tahu, itu kan semua prosedural. Kalau mesti saya turun ke lapangan, kenapa ada SKPD (satuan kerja perangkat daerah) dong," kata Basuki.

Lahan di Cengkareng Barat itu awalnya atas nama Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPKP) DKI Jakarta.

Hanya saja, lahan itu sempat telantar. Hingga pada 2013, sertifikat kepemilikan lahan tersebut terbit atas nama orang lain.

Selanjutnya, Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah DKI Jakarta membeli lahan tersebut untuk pembangunan rumah susun.

Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta menganggarkan pembelian lahan di Cengkareng Barat pada APBD 2015.

Anggaran yang disediakan untuk membeli lahan tersebut lebih kurang Rp 600 miliar. (Baca juga: Kronologi Pembebasan Lahan untuk Rusun Cengkareng Barat Versi Biro Hukum DKI)

Adapun pengadaan lahan untuk dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK atas laporan keuangan Pemerintah Provinsi DKI 2015.

* Derita Veronica Tan Berlanjut, Ahok yang Tak Kuuat Makan Ati Putuskan Kontak dengan Mantan Istri

Drama hubungan Basuki Tjahaja Purnama alias BTP alias Ahok berlum berakhir meskinya keduanya sudah resmi berpisah

Bahkan sang mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga punya istri baru , Puput Nastiti Devi yang merupakan mantan Polawan Polda DKI Jakarta yang pernah menjadi penawal sang mantan

Meski sudah berpisah, penderitaan Veronica Tan belum juga berakhir.

Setelah diceraikan,  Ahok yang pernah didemo habis-habisan oleh Rizieq Shihab cs itu juga memutus kontak dengan ibu dari tiga anaknya tersebut

Hubungan antar mantan suami dan istri, Basuki Tjahaja Purnama dan Veronica Tan memang sering jadi sorotan.

Ditambah lagi tak lama kemudian Ahok menemukan tambatan hati baru Puput Nastiti Devi.

Publik pun langsung heboh dengan kabar kedekatan Ahok dengan sosok wanita cantik nan muda tersebut.

Gosip pun menyelimuti hubungan antara Ahok dengan sang istri baru.

Salah satu diantaranya yaitu menyebut Puput sebagai dalang dari hancurnya rumah tangga Ahok dan Veronica Tan.

Namun, tiba-tiba berhembus isu lain bahwa Veronica berselingkuh dengan pria lain.

Tak pelak, hal ini membuat bahtera rumah tangga keduanya harus berakhir dengan perceraian.

Mengenai hubungannya dengan mantan istrinya, untuk pertama kalinya, Ahok blak-blakan mengungkap perceraiannya dengan Veronica Tan.

Ia bahkan bongkar alasan untuk memutus komunikasi di antara keduanya, karena apa?

Melalui vlog BTP Menjawab, akhirnya terungkap alasan Ahok terlibat perang dingin dengan sang mantan istri, Veronica Tan.

Melansir dari Warta Kota, Ahok mengaku banyak yang mempermasalahkan pernikahannya dengan Puput.

Tak hanya pada dirinya, bahkan banyak orang yang mencecar berbagai pertanyaan miring pada ibunda Ahok.

Ibunda Ahok beberkan sifat asli Puput Nastiti Devi yang tak diketahui publik.
"Orang di gereja menuduh mama saya, kok kasih anakmu menikah sama orang jawa," kata Ahok dalam vlog yang ia unggah melalui channel YouTube-nya.

"Orang Jawa salahnya apa?" kata Ahok menirukan sang bunda.

Tak hanya itu, ternyata banyak pula orang yang mencecar ibunda Ahok dengan isu perselingkuhan anaknya.

"Saya denger anakmu selingkuh ya sama ajudan mantan istri?" kata Ahok menirukan berbagai pertanyaan miring soal dirinya.

Mendengar pertanyaan itu, Ahok menyebut sang bunda memberi jawaban cerdas.

"Kalau dia ajudan anak laki-laki saya, saya gak jamin juga lo, anak saya kan laki-laki, sama perempuan bisa kejadian.

Saya gak bisa jamin.

Tapi ini ajudan istrinya masuknya menjelang 11 Oktober 2016," jawab ibunda Ahok kala itu.

Dalam vlog tersebut, Ahok juga menjelaskan bahwa dirinya masih berhubungan baik dengan anak-anaknya.

Namun ternyata Ahok mengakui jika ia tak berhubungan baik dengan mantan istrinya, Veronica Tan.*

Ia bahkan memilih memutus komunikasi dengan mantan istrinya itu.

Ahok pun membeberkan beberapa alasan bahwa dirinya kecewa dengan dua sikap dari perlakuan mantan istrinya itu.

Apa saja?

Pang pertama, Ahok kecewa saat Veronica Tan tak mengakui kesalahannya.

Yang kedua, Ahok kecewa saat sang mantan istri menyebut diceraikan lantaran Ahok ingin menikahi Puput Nastiti Devi.

Kalau dengan mantan istri saya, saya nggak mau kontak karena dia terus ke mana-mana masih mengatakan sama banyak orang dia tidak lakukan apa-apa,

saya menceraikan karena pingin menikah sama yang sekarang (Puput)," pungkas Ahok

* Veronica Tan Berubah Drastis semenjak Dicerai Ahok, Kehidupannya Terlihat Bahagia saat Pamer Keahlian Ini

Nama Veronica Tan tak lepas dari perbincangan tentang Basuki Tjahaja Purnama BTP alias Ahok

Meski sudah diceraikan Ahok  tidak membuat ibu tiga anak itu terpuruk, ia bahkan terlihat lebih bahagia dan bebas melakukan hal-hal yang disukai baik dalam bisang sosial maupun bisnis

Dia Veronica Tan kini menikmati kesehariannya bersama putra-putrinya usai bercerai dari Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Walaupun mantan suaminya telah menikah lagi, Veronica Tan masih betah menjanda.

Kehidupannya saat ini terlihat jauh berbeda dibandingkan kala masih menyandang status sebagi istri Ahok.

Veronica Tan juga tak menunjukkan sosoknya saat sang mantan suami bebas dari penjara.

Namun semakin hari, ibu tiga anak itu kian menunjukkan eksistensinya lewat berbagai kegiatan dan usahanya.

Sejak bercerai pada 2018 lalu, bahkan di hari kebebasan Ahok, hampir tak terlihat Veronica Tan mengunjungi mantan suaminya itu.

Kendati demikian, Vero sering meluangkan waktunya bersama anak-anaknya dan membuka usaha jualan daging impor.

Unggahan Nathania Purnama saat menghabiskan waktu bersama Veronica Tan. (via suar.grid.id)
Kali ini, momen tersebut dibagikan oleh Nathania pada Instagram Story-nya.

Dalam unggahannya, terlihat Vero dan Nathania tengah menghabiskan waktu bersama keluarga di akhir pekan.

Mereka memasak bersama daging olahan yang dijual Vero pada usahanya yakni Alpha Agro Indonesia.

Terlihat, Vero menunjukkan keahliannya dalam memasak di hadapan putrinya dan juga mengiris olahan daging bak chef profesional.

Di balik kamera, Nathania pun terdengar tertawa melihat tingkah laku ibunya tersebut.

Unggahan Nathania Purnama saat menghabiskan waktu bersama Veronica Tan.

Bahkan, ekspresi Vero juga terlihat bahagia.

Nathania juga memperlihatkan kondisi meja makan di rumahnya yang sudah dipenuhi makanan.

Terlihat isi rumah yang megah dan mewah dengan sajian beraneka ragam yang terhidang di meja makan.

Suasana makan malam keluarga Veronica Tan tersebut terkesan hangat dan meriah.

Sebagian artikel ini sudah tayang di sosok.grid.id dengan judul: Lama Dipendam, Ahok Akhirnya Tak Kuat Makan Ati Hingga Pilih Putus Kontak Hubungan dengan Veronica Tan, Apa yang Terjadi?  https://sosok.grid.id/amp/412440538/lama-dipendam-ahok-akhirnya-tak-kuat-makan-ati-hingga-pilih-putus-kontak-hubungan-dengan-veronica-tan-apa-yang-terjadi?page=all

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Babak Baru Kasus Ahok Beli Lahan Pemprov DKI, MAKI Pertanyakan Mengapa Polisi Hentikan Penyelidikan, https://wartakota.tribunnews.com/2020/12/01/babak-baru-kasus-ahok-beli-lahan-pemprov-dki-maki-pertanyakan-mengapa-polisi-hentikan-penyelidikan?page=all

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved