Selasa, 19 Mei 2026

Gunung Ile Lewotolok Meletus

Pasca Meletus, Gunung Ile Lewotolok Alami Ini

Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok masih terus berlangsung setelah meletus pada Minggu (29/11/2020) pagi

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Pijaran lava tampak mengalir dari atas puncak Ile Lewotolok, Minggu (29/11/2020) malam 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok masih terus berlangsung setelah meletus pada Minggu (29/11/2020) pagi.

Gunung Ile Lewotolok yang kini sudah berstatus siaga tersebut sempat kembali menyita perhatian khalayak pada malam hari karena memancarkan pijar lava yang bernyala dan bunyi gemuruh dari kawah Gunung Ile Lewotolok. Fenomena ini biasa disebut aktivitas erupsi strombolian.

Petugas Pos Pemantau Gunung Api Ile Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, Minggu (29/11/2020), Jefri Pugel menjelaskan aktivitas strombolian yang terjadi saat ini bisa mengindikasikan bahwa sistem sudah terbuka dan posisi magma sudah tiba di puncak.

Baca juga: Bupati dan Wabup Manggarai Timur Serahkan Bantuan Modal Usaha Bagi 9.634 Pelaku UMKM

Jadi fenomena terjadi erupsi eksplosif yang lebih besar probabilitasnya relatif kecil karena magma sudah menemukan pintu keluarnya.

"Kalau kempes terus, erupsi bisa berakhir dalam beberapa minggu ke depan. Lama sebentarnya erupsi ini bergantung dari volume intrusi magmanya," katanya.

Baca juga: 156 Orang Warga Belu Kontak Erat Masih Dipantau

Erupsi sekarang, kata dia, adalah kulminasi dari intrusi yang sudah berlangsung setidaknya dari September 2017 lalu saat pihaknya merekam banyak gempa vulkanik (gempa frekuensi tinggi).

Kendati demikian, Jefri menekankan bahwa Gunung Ile Lewotolok ini sifatnya non-linear.

Sehingga, ada juga kasus dimana telah erupsi strombolian tapi tetap ada erupsi eksplosif, yaitu kalau masih ada migrasi magma yang signifikan dan kalau ada kondisi yang mana sistem kembali tertutup sementara.

Kondisi ini sifatnya dinamis. Nanti dari seismik, indikasinya itu kalau tremor hilang atau kalau tremor amplitudo sangat rendah sekali tapi ada rentetan gempa vulkanik maka tidak akan lama biasanya akan erupsi eksplosif lagi.

Tapi kalaupun misal tidak erupsi eksplosif, skenario lain yang perlu diwaspadai menurut Jefri adalah tumpukan lava di kawah, kalau ada penambahan volume lava dan membentuk kubah maka risiko potensi guguran lava/awan panas.

Tapi kalau tidak ada penumpukan kubah, bisa juga berupa efusi lava, misal lava mengalir lewat bukaan di tenggara. Potensi yang lain, erupsi memicu longsoran material lapuk yang ada di permukaan kawah bagian tenggara. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved