Breaking News:

Akhirnya Dinas Pendidikan dan Komisi IV DPRD Sepakat Alokasikan  Anggaran untuk HP Android 

DPRD Kota Kupang menggagas agar Pemerintah Kota Kupang dapat merancang anggaran untuk menyiapkan Handphone Android bagi siswa-siswi

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
DPRD dan Pemkot Kupang foto bersama seusai sidang 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pihak DPRD Kota Kupang menggagas agar Pemerintah Kota Kupang dapat merancang anggaran untuk menyiapkan Handphone Android bagi siswa-siswi saat pembelajaran daring. Keinginan DPRD ini pun disikapi dengan niatan yang baik oleh Pemerintah Kota Kupang, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.

Namun berdasarkan pagu anggaran yang direncanakan untuk 2021, anggaran yang ada sudah tidak bisa lagi dialihkan untuk penyediaan hp android. Apalagi anggaran untuk pakaian seragam dan buku tulis dari Rp 12 miliar yang tertera di KUA PSS telah diturunkan lagi ke Rp 7,7 miliar pada RKA.

Baca juga: Mengapa Mohsen Fakhrizadeh Menjadi Sasaran Pembunuhan?

Anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang, Ewalde Taek, meminta agar dinas menjelaskan penurunan anggaran dari Rp 12 miliar ke Rp 7,7 miliar dan juga pembagian seragam harus tepat sasaran dengan tidak menggunakan data dapodik. 

"Seragam terus diadakan, adakah kendala yang dialami. Ada kelebihan ukuran, itu bertumpuk, rugi atau tidak?. Apakah terjadi sama seperti 2019. Untuk itu setiap tahun harus diikuti dengan dievaluasi. Apakah memungkinkan sekian miliar bisa dialokasikan pembelian hp android untuk siswa?," tuturnya.

Baca juga: Aurel Teriak Histeris Minta Berhenti, Mukanya Merah Penuh Airmata, Atta Halilintar Panik, Ada Apa?

Ia juga meminta agar pihak dinas untuk bisa memikirkan untuk pulsa data, hp android dan juga buku pegangan. Beriklah sesuatu yang berdampak pada kualitas pendidikan.

Sekretaris Komisi IV, Richard Odja, mengatakan bahwa belum semua siswa memperoleh pulsa data. Untuk itu DPRD meminta agar disiapkan android untuk memperlancar pembelajaran daring dari rumah. Karena ada siswa yang tidak mempunyai handphone.

"Kita tidak pernah menolak seragam untuk kepentingan pribadi. Tapi gagasan kami 40 DPRD kota Kupang untuk menyediakan handpgone. Ini niat seyogyanya yang kita perjuangkan dari awal. Kita dukung dari awal dan kita semua yang menggagas ini. Android ini khusus masyarakat yang tidak mampu. Apakah hp akan dihibahkan atau menjadi aset," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumul Djami, menjelaskan anggaran seragam Rp 12 miliar turun ke 7,7 miliar karena ternyata ada kegiatan-kegiatan yang kalau dipaksakan maka ada kegiatan yang tidak bisa dilakukan.

Contoh mendasar transport 1142 orang guru tidak masuk. "Jadi kami coba berbicara dengan TAPD, daripada dipaksakan maka tas dan sepatu, sebaiknya ada yang dikorbankan untuk membiayai teman-teman guru honor. Bahkan tahun ini kita sementara mendambahkan 200 orang lagi dari 400 orang yang belum dapat," ujarnya.

Sedangkan untuk pulsa data SD dari jumlah siswa 40961, 35.636 setara 87 persen semua sudah mendapatkan pulsa data dari pusat. Guru SD 2.871 orang, realisasi 1.992 persentase 68 persen, Siswa SMP 21.510, 19.789 orang setara 92 persen, guru SMP 1.865,1.324 setara 71 persen. Oleh karena itu pulsa data sudah dianggarkan secara baik oleh pemerintah pusat.

"Kami setuju android, ini akan mendapat perhatian dari dinas dan dukungan dari komisi IV. Kami mohon Rp 7,7 miliar pada posisinya sambil membenahi data. Kami memohon ditambahkan anggaran yang layak untuk proses penyediaan android," ujarnya.

Kerinduan DPRD kota Kupang untuk menyediakan alokasi anggaran hp android pun mendapatkan titik temu. Oleh karena itu, alokasi anggaran ini akan diperjuangankan pada sidang banggar. Pihak Dinas Pendidikan diminta untuk segera mendata berapa banyak siswa yang membutuhkan handphone untuk belajar. Sehingga betul-betul tepat sasaran dan berdasarkan data rill.

Sidang Pembahasan APBD 2021 di Komisi IV dipimpin oleh Ketua Komisi, Maudy Dengah, Sekretaris Richard Odja, dihadiri anggota Diana Bire, Alfred Djamiwila, Ewalde Taek, Jabir Marola, Yeki Feoh, Livingstone Ratu Kadja dan Simon Dima.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)
 

Area lampiran

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved