Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik, Sabtu 21 November 2020: Terarah kepada Kebangkitan
Dengan wajah serius, Newton memandang seluruh kelas sambil berkata, "Dia yang memberikan kekuatan kepada magnit ini jauh lebih berkuasa.
Renungan Harian Katolik, Sabtu 21 November 2020: Terarah kepada Kebangkitan (Lukas 20:27-40)
Pesta SP Maria Dipersembahkan kepada Allah
Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD
POS-KUPANG.COM - Dalam syahadat para Rasul, kita berdoa : "Aku percaya akan kebangkitan orang mati dan kehidupan kekal". Pertanyaannya, kalau memang benar kita percaya akan kebangkitan orang mati, kita mesti buat apa?
Pada suatu hari datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada Yesus mengenai seorang wanita yang tujuh kali menikah dan semua suaminya meninggal. "Siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suami perempuan itu pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia" (Luk 20:33).
Jawab Yesus, "... dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan" (Luk 20:35-36). Dus, Yesus bilang, ada kebangkitan orang mati. Manusia yang bangkit akan menjadi lain, menjadi sama seperti malaikat-malaikat. Dan mereka adalah anak-anak Allah.
Memang ada orang yang masih berkeberatan : sampai sekarang tidak ada seorang pun yang sudah meninggal, kembali dari alam maut untuk membuktikan bahwa sesungguhnya ada hidup kekal sesudah kematian. Keberatan ini benar.
Tetapi Yesus mengajarkan secara lain. Ia menegaskan bahwa hidup manusia tidak sia-sia. Ia selalu menekankan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Ia selalu mengatakan bahwa janji-Nya sudah mulai terpenuhi : orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta ditahirkan, orang tuli mendengar dan orang mati dibangkitkan; dan kepada orang miskin Kabar Gembira diwartakan" (Luk 7:22).
Janji-Nya ini memang menjadi gelap kembali, karena Ia ditangkap, disalibkan, bahkan mati dan dikuburkan. Tetapi sesudah tiga hari, Yesus bangkit dan hidup kembali. Hidup dalam kemuliaan. Dan banyak orang menjadi saksinya dan mengarahkan hidupnya agar kelak dibangkitkan oleh Yesus.
KITA?
Isak Newton berjalan-jalan pada hari Paskah bersama beberapa muridnya. Mereka lewat di pinggir suatu kuburan. Seorang muridnya berkata dengan nada mengejek, "Tuan, siapa bisa percaya bahwa debu orang-orang yang sudah meninggal ini dapat dibentuk menjadi tubuh dan hidup kembali."
Newton hanya menjawab, "Sabar!". Pada jam pelajaran hari berikut, Newton membawa sepotong besi magnit dan serbuk-serbuk besi tercampur pasir dan ditempatkannya di atas meja di depan kelas. Ia lalu bertanya kepada murid yang kemarin mengejek, "Siapa di antara kita yang sanggup mengumpulkan serbuk besi dari onggokan pasir?"
Muridnya itu tak bisa menjawab. Newton lalu mendekatkan batang magnet pada onggokan pasir. Dalam sekejap nampak gerakan, seolah onggokan pasir hidup. Serbuk pasir terangkat dan melekat pada magnit.
Dengan wajah serius, Newton memandang seluruh kelas sambil berkata, "Dia yang memberikan kekuatan kepada magnit ini jauh lebih berkuasa. Pada hari kebangkitan, Dia akan menghidupkan kita dari debu tanah!"
Kita tidak mau ikutan bimbang. Kita pasti akan selalu berdoa terus dengan penuh keyakinan, "Aku percaya akan kebangkitan orang mati dan kehidupan kekal".
Pada hari ini di tahun 543 diberkati gereja baru Santa Perawan Maria dekat kenisah Yerusalem. Maka bersama umat Kristen Timur, kita ingat bagaimana Maria diberkati oleh Tuhan sejak awal hidupnya. Ia menjadi kediaman Roh Kudus yang indah berseri karena hidup suci.