Breaking News:

Pilkada Sumba Timur - Kris Praing - David Melo Wadu Unggul Survei oleh Indikator, Simak !

survei Indikator Politik Indonesia yang dilakukan pada tanggal 5-9 Oktober 2020, paslon Kris Praing-David Melo mengungguli paslon

POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Ketua Bappilu DPW Partai NasDem NTT, Drs. Alex Ena, M.Si memberi keterangan pers tentang hasil survei dari PT. Indikator Politik Indonesia di Sekretariat Paket Sehati, Sabtu (21/11/2020) 

Pilkada Sumba Timur - Kris Praing - David Melo Wadu Unggul Survei oleh Indikator, Simak !

POS-KUPANG.COM|WAINGAPU - Hasil survei yang dilakukan oleh PT. Indikator Politik Indonesia menempatkan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur, Kristofel A. Praing dan David Melo Wadu pada urutan teratas atau unggul signifikan dari paslon Umbu Lili Pekuwali dan Yohanis Hiwa Wunu.

Dalam survey ini, Kristofel A. Praing dan David Melo Wadu (Paket Sehati) memperoleh hasil 59.2 persen, sedangkan paslon Umbu Lili Pekuwali dan Yohanis Hiwa Wunu (ULP-YHW) memperoleh hasil 31.5 persen.

Hal ini disampaikan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW Partai NasDem NTT, Drs. Alex Ena, M.Si Saat jumpa pers dengan wartawan di Sekretariat Paket Sehati, Jalan Umbu Tipuk Marisi Waingapu, Sabtu (31/11/2020).

Acara ini dihadiri Ketua Tim Kerja Paket Sehati, Yonathan Hani, Sekretaris Tim , Merlan Umbu Hina dan juga pengurus partai politik pengusung dan pendukung Paket Sehati.

Menurut Alex, sesuai hasil survei oleh lembaga survei Indikator Politik Indonesia yang dilakukan pada tanggal 5-9 Oktober 2020, paslon Kris Praing-David Melo mengungguli paslon Umbu Lili Pekuwali-Yohanis Hiwa Wunu.

Dari hasil survei itu, Paslon Kris Praing-David Melo Wadu berada pada 59.2 persen dan Paslon ULP-YHW meraih 31.5 persen. Sedangkan ada sekitar 9.3 persen yang kelompok yang mengambang atau belum bisa menunjukkan atau menentukan pilihan.

"Jadi hasil survei terakhir, nampak Kris Praing-David Melo Wadu dipiliah oleh sekitar 59.2 persen, sedangkan pesaingnya atau paket ULP-YHW tertinggal cukup jauh di posisi 31.5 persen dengan jarak selisih 27.5 persen. Sementara ada sekitar 9.3 persen belum menunjukkan pilihan," kata Alex .

Dijelaskan, faktor popularitas merupakan faktor mendasar dalam politik elektoral, tidak mungkin dipilih jika tidak dikenal. Bahkan, popular juga belum tentu dipilih jika ada calon lain yang lebih disukai.

Oleh karena itu, lanjutnya, populer sendiri tidak cukup, citra personal calon juga harus positif, sehingga lebih disukai dibanding calon lain, kemudian dipilih.

"Berdasarkan hasil temuan survei Indikator Politik Indonesia, di Kabupaten Sumba Timur, Kristofel A. Praing adalah tokoh dengan tingkat popularitas yang tinggi, dibandingkan dengan nama calon lain. Hampir semua pemilih tahu Kristofel A. Praing ,yakni 98.3 persen," katanya.

Halaman
12
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved