Sabtu, 6 Juni 2026

Waspada, Ini Jumlah Kasus ASF di Nagekeo Hingga November 2020

bawa babi dari Aeramo ke tempat lain sehingga terjangkit. Kita sudah minta petugas untuk lokalisir tempat-tempatnya

Tayang:
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
Dok. Dinas Peternakan Nagekeo
Petugas saat laksanakan razia di Kabupaten Nagekeo, Oktober 2020.  

Waspada, Ini Jumlah Kasus ASF di Nagekeo Hingga November 2020

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo mencatat, hingga bulan November 2020 jumlah kasus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika yaitu 434.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Peternakan Nagekeo, Apolinaris Meo, menjelaskan, kasus tersebut menyerang di dua wilayah yaitu Kecamatan Aesesa dan Boawae.

"Memang semenjak kasus di Aeramo itu (wilayah Aesesa) tidak ada lagi kasus baru. Mulai menurun, kasus kemarin itu karena bawa babi dari Aeramo ke tempat lain sehingga terjangkit. Kita sudah minta petugas untuk lokalisir tempat-tempatnya," jelas Meo ketika dihubungi POS-KUPANG.COM Kamis (19/11/2020).

Ia mengatakan pihaknya masih melarang transaksi jual beli babi di pasar dalam rangka upaya pencegahan penyebaran ASF

Pihaknya juga rutin turun lapangan memberikan Komunikasi Edukasi dan Informasi (KIE) kepada masyarakat dalam rangka peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang antisipasi dan bahaya penyakit ASF.

Ia juga menyatakan pihaknya juga mendirikan sejumlah posko guna untuk memantau dan melarang lalu lintas ternak babi. Karena sampai saat ini pemerintah melarang aktivitas lalu lintas ternak khusus Babi.

Ia meminta agar masyarakat dapat memahami kondisi tersebut sebab jika tidak akan sangat berbahaya. Upaya yang dilakukan murni dalam rangka pencegahan ASF.

Ia menerangkan setiap pemilik ternak babi harus memastikan biosecurity kandang atau manajemen kandang dan pakan harus benar-benar diperhatikan.

Pemda Larang

Pemerintah Daerah Nagekeo telah melarang aktivitas jual beli untuk sementara waktu.

Pasalnya sejumlah Babi milik peternak di Nagekeo sudah terkonfirmasi positif demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Humas Pemda Nagekeo, Silvester Teda Sada menyatakan Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do telah mengeluarkan pengumuman resmi terkait upaya pencegahan ASF.

Pengumuman itu ditujukan kepada
para peternak, pedagang dan segenap warga masyarakat Kabupaten Nagekeo dan sekitarnya.

Isi pengumuman Kabupaten Nagekeo saat ini telah terkonfirmasi positif ASF atau demam Babi Afrika, khususnya di wilayah Kecamatan Aesesa dan Boawae.

Dalam rangka mengendalikan penyebaran penyakit ASF tersebut, maka kepada saudara-saudari dengan ini diumumkan hal-hal sebagai berikut,

Pertama, segera menguburkan semua Babi yang mati akibat serangan virus ASF di lokasi masing-masing.

Kedua, dilarang membuang bangkai Babi di sembarang tempat.

Ketiga, dilarang memotong, mengedarkan dan menjual daging dari ternak Babi yang sakit.

Keempat, membersihkan kandang dengan detergen setiap hari yang dilanjutkan dengan disinfeksi kandang dan peralatan dengan disinfektan 1 tutup botol baycline dicampur 9 gayung air.

Kelima, menghentikan sementara aktifitas jual beli babi di pasar untuk jangka waktu yang tidak ditentukan terhitung sejak tanggal pengumuman ini dikeluarkan.

"Demikian untuk maklum dan dilaksanakan. Atas kerja sama yang baik diucapkan terima kasih," ujar Silvester.

Ia meminta agar masyarakat untuk sementara waktu tidak melaksanakan aktivitas jual beli Babi. Ini semua demi mencegah penularan virus demam babi Afrika atau ASF.

Baca juga: Jelang Ulang Tahun, OJK NTT Serahkan Bantuan Sosial

Baca juga: Warga Sasitamean Gembira, Tim UPT Penda Malaka Turun Jemput Bola

Baca juga: AHOK Kalah dari Anies di Pilkada DKI, Kini Jadi Komut Gaji Rp170 Juta. Ini Rumah Masa Kecil BTP

Baca juga: Warga Sasitamean Gembira, Tim UPT Penda Malaka Turun Jemput Bola

Baca juga: Bupati Tahun  : Pemda TTS Tetapkan Ingatkan Masyarakat Untuk Patuhi Protokol Kesehatan

"Ini cara pencegahan penyebaran virus Babi. Kalau Babi terkena virus dan mati ramai-ramai, warga juga yang rugi. Pemerintah harus hadir dalam hal ini. Mohon kerja sama kita semua," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan).

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved