Margareta Susah Kandang Kosong Akibat ASF, Kadis Pertanian Ende : Ada Bantuan, Info
kandang kosong kami tetap rajin cuci, supaya kandang jangan rusak. Rencana mau pelihara babi lagi
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
Margareta Susah Kandang Kosong Akibat ASF, Kadis Pertanian Ende : Ada Bantuan
POS-KUPANG.COM | ENDE - African Swine Fever (ASF) atau demam babi merambah hingga ke wilayah Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ribuan ternak babi mati dalam rentang waktu Juni hingga Oktober 2020.
Mewabahnya demam babi di Ende berdampak pada ekonomi masyarakat yakni peternak babi, sementara pandemi Covid-19 juga belum berakhir.
Margareta Elvilenta Wea warga Desa Nanganesa kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (19/11/2020), mengaku sedih, semua ternak babi miliknya mati dalam rentang waktu Mei-Juni 2020.
"Padahal, saya dan suami tengah menunggu beranaknya dua ekor babi yang sedang bunting. Semua babi ada sembilan ekor, ada dua ekor yang sedang bunting, itu juga mati, semua mati," kata Margareta.
Margareta dan suami selama ini sudah bersusah payah memelihara ternak bagi. Tidak sedikit tenaga dan biaya yang mereka keluarkan untuk membersihkan kandang, membeli pakan, air dan listrik.
Mereka mengaku rindu ingin kembali sama-sama beraktivitas bekerja beternak babi.
"Pagi, siang sore kami selalu perhatikan babi. Eeee sekarang hanya lihat kandang kosong saja. Walaupun kandang kosong kami tetap rajin cuci, supaya kandang jangan rusak. Rencana mau pelihara babi lagi," ungkapnya.
Damianus Manans, suami Margareta, mengaku kerugian akibat matinya sembilan ekor babi mereka diperkirakan mencapai tiga puluhan juta rupiah.
Menurutnya, mereka masih enggan kembali beternak babi dalam waktu dekat ini. "ASF belum habis ni, takut juga kalau mau pelihara lagi. Yah rencananya tahun 2021 baru pelihara lagi," kata Dami.
Dami mengaku belum pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah. Ia berharap pemerintah Kabupaten Ende bisa memerhatikan para peternak babi yang terdampak ASF.
Veronika Sisi, warga Kelurahan Paupire, juga mengeluhkan hal yang sama. Jumlah babinya mati tiga ekor. Padahal, kata dia, babi tersebut hendak dijual untuk menopang ekonomi keluarga.
Ada Bantuan
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Marianus Alexander, dihubungi POS-KUPANG.COM, mengatakan virus ASF belum lenyap dari Ende oleh karena itu warga harus tetap waspada dengan menjalankan biosecurity.
Menurutnya, jumlah babi yang akibat ASF di Kabupaten Ende pada Juni hingga Juli 2020, mencapai 1.200 ekor. Sementara pada akhir Juli hingga Oktober jumlahnya berkurang, yang mati 600 ekor. Sedangkan bulan November belum didata.
Baca juga: JAWABAN SOAL TVRI Kelas 4-6 & 4 5 6 SD Jumat 20 November: Menentukan Bilangan Terkecil dan Terbesar
Baca juga: Masyarakat Diminta Bersedia Terima OTG Isolasi Mandiri di Rumah
Baca juga: Peduli Kesehatan, PT Multi Guna Maritim Akan Beri CSR 1000 Paket Sembako
Baca juga: Iring-iringan Mobil Operasi Khusus TNI Berhenti di Markas FPI, Ada Apa? Penjelasan Komandan Koopssus
"Saya imbau, warga tetap terapkan biosecurity karena ASF ini belum zero, masih ada," kata Marianus.
Marianus menyebut ada bantuan babi bagi para peternak. "Ada warga yang sudah datang minta tapi ASF belum zero. Apalagi saat ini musim hujan, sangat rentan tejadi penyebaran, tapi kalau mau silahkan, tapi biosecurity harus tetap dilakukan," ungkapnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/margareta-elvilenta-wea-warga-desa-nanganesa.jpg)