Ini Fokus APBD 2021 Kabupaten Lembata

pengelolaan keuangan nasional baik berupa penyesuaian belanja modal, belanja barang dan jasa, serta refocusing dan realokasi anggaran.

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Rapat paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap Keterangan Pemda Atas Pengajuan Ranperda Tentang Perubahan Kedua Atas Perda Kabupaten Lembata Nomor 1 Tahun 2010 Tentang Penyertaan Modal Daerah Pada Pihak Ketiga di Kantor DPRD Lembata, Selasa (17/11/2020).   

Ini Fokus APBD 2021 Kabupaten Lembata

POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA--Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, sampaikan keterangan pemerintah lewat pidato pengantar nota keuangan atas Ranperda APBD 2021, Rabu malam (18/11/2020) dalam sidang Paripurna XXV DPRD yang dipimpin Ketua DPRD Lembata, Petrus Gero.

Disebutkan Bupati Lembata, bahwa penanganan Covid-19 telah dilakukan di tahun ini melalui perubahan APBD 2020 sebanyak 6 kali menyesuaikan dengan kebijakan pengelolaan keuangan nasional baik berupa penyesuaian belanja modal, belanja barang dan jasa, serta refocusing dan realokasi anggaran.

“Saat ini kita fokus mempersiapkan diri menghadapi tahun 2021. Ketidakpastian global, regional dan domestik masih akan terjadi," ujarnya.

“Program pemulihan ekonomi akan terus dilanjutkan bersamaan dengan transfromasi ekonomi dalam adaptasi kebiasaan baru di berbagai sektor pembangunan dalam dimensi pembangunan manusia dan kebudayaan, ekonomi, serta ekologi,” ujar Bupati Sunur.

Dirinya melanjutkan “Dalam belanja program kegiatan RAPBD 2021, difokuskan pada 2 hal yakni kesatubelanja penanganan, pencegahan dan pengendalian Covid-19 berupa APD, obalkes, sarpras yankesmas, dan pengendalian ketertiban masyarakat”

“Kedua, belanja penanganan pemulihan ekonomi meliputi belanja infrastruktur sosial berupa peningkatan kualitas dan kapasitas SDM, kesehatan, pendidikan, infrastruktur pelayanan dasar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penurunan Stunting”.

Untuk belanja infrastruktur ekonomiberupa penguatan industri rumah tangga/UMKM/BLK inovatif yang berdampak pada nilai tambah termasuk akselerasi ekonomi keluarga untuk peningkatan daya beli dan penguatan aktivitas ekonomi warga”.

“Kemudian, belanja infrastruktur strategis diprioritaskan pada sektor pariwisata, pertanian, perikanan termasuk infrastruktur jalan, konektivitas transportasi, komunikasi, daya tarik wisata, destinasi, tourism linkage, irigasi, air minum, pengakuan utang pihak ketiga, penataan kota, pengembangan wilayah dan pembangunan perdesaan” terangnya.

“Untuk percepatan pembangunan infrastruktur dan pemulihan ekonomi atas dampak Covid-19, Pemkab telah ajukan pinjaman daerah dengan memanfaatkan momentum kerjasama antara pemerintah pusat dengan otoritas moneter melalui kebijakan pinjaman daerah yang saat ini sedang berproses”.

“Hal ini dilakukan sebagai salah satu alternatif pembiayaan untuk mengatasi lebarnya defisit anggaran yang ada, dengan tetap menjaga disiplin fiskal yang dikelola secara hati-hati” ujar Bupati Lembata.

Baca juga: Arti Mimpi Tentang Hujan dan Badai, Sering Dikaitkan dengan Emosi dan Perasaan, Ini Tafsirannya

Baca juga: Penghasilan Nikita Mirzani Meningkat Pesat Setelah Berseteru denghan Rizieq Shihab, Ini Nominalnya

Baca juga: Sembilan Camat di Belu Turun Pangkat

Adapun rencana Pendapatan daerah tahun 2021 sebesar Rp.876.177.089.593,- sedangkan Belanja daerah sebesar Rp.905.409.077.255,- dengan perkiraan defisit anggaran sebesar Rp.29.231.987.662,-. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved