TNI Bersama Warga di Alas Utara Renovasi Rumah Adat Suku Makbukar
Karena sudah termakan usia TNI bersama warga di Alas Utara merenovasi rumah adat Suku Makbukar
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
Karena sudah termakan usia TNI bersama warga di Alas Utara merenovasi rumah adat Suku Makbukar
POS-KUPANG.COM | BETUN--Dalam melestarikan dan menjaga budaya timur Indonesia agar tidak terlupakan merupakan kewajiban seluruh elemen masyarakat Indonesia agar tetap menunjukan eksistensinya sebagai corak budaya Bangsa Indonesia.
Hal inipun, ditunjukkan personel Satgas Yonarmed 3/105 Tarik dalam membantu masyarakat melaksanaan pembongkaran rumah adat Suku Makbukar. Renovasi rumah adat ini karena sudah termakan usia, tanpa melupakan kesakralan nilai adat yang sudah diwariskan pendahulu.
Baca juga: 166 Anak TTS Keracunan BPOM Teliti Sampel Makanan
Hal tersebut dijelaskan Dansatgas Yonarmed 3/105 Tarik, Letkol Arm Laode Irwan Halim, S.I.P., M.Tr. (Han)., dalam rilisnya, Rabu (18/11).
Diungkapkan Dansatgas, tugas pokok Satgas Yonarmed 3/105 Tarik dalam menjalankan tugas di daerah operasi perbatasan negara tidak hanya sebatas menjaga kedulatan wilayah NKRI saja.
Baca juga: Di Sulamu, Bupati Kupang Lakukan Peletakan Batu Pertama Gedung Kebaktian
Melainkan diantaranya untuk menjadi pelopor dalam mengatasi kesulitan rakyat serta merangkul masyarakat perbatasan agar kehadiran Satgas Yonarmed 3/105 Tarik dapat dirasakan dan bermanfaat bagi warga perbatasan.
Mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya, lanjut Dansatgas, merupakan salah satu santi aji yang tertuang dalam 8 wajib TNI. Hal tersebut merupakan salah satu pedoman TNI dalam mengabdikan diri dimanapun berada.
Sama halnya yang dilakukan oleh anggota Pos Ailala dengan bergotong royong bersama masyarakat desa untuk bahu membahu melaksanakan pembongkaran rumah adat Suku Makbukar.
Sementara Letda Arm Andri Eko selaku Danpos Ailala menerangkan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk perwujudan kepedulian Satgas Yonarmed 3/105 Tarik dalam membantu masyarakat perbatasan dan hadir di tengah-tengah mereka.
"Rumah tersebut selain bangunannya telah lapuk juga sudah tidak layak huni serta apabila cuaca sedang buruk rawan roboh menimpa warga yang sedang berada di rumah tersebut. Karena itu kami bersama masyarakat melaksanakan kegiatan pembongkaran rumah adat yang bertujuan untuk merenovasi ulang agar nantinya rumah adat tersebut dapat dibangun kembali dengan bangunan yang lebih kokoh," ujarnya.
Sementara itu, Donatus Moruk (45) selaku Ketua Adat Dusun Lakuran juga menyampaikan bahwa rumah adat tersebut merupakan warisan peninggalan turun temurun dari nenek moyang terdahulu dan untuk menjaga kelestariannya perlu adanya pembaruan karena kondisi rumah yang sudah tidak layak.
Dalam kesempatan yang sama, beliau juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Satgas Yonarmed 3/105 Tarik karena telah berpartisipasi membantu dalam pelaksanaan pembongkaran rumah adat tersebut.
"Saya ucapkan terimakasih kepada Satgas TNI Yonarmed 3 atas bantuannya kepada kami. Saya bangga bapak-bapak sekalian mau ikut membantu kami dalam membongkar rumah adat ini, semoga kedepannya hubungan baik yang sudah terjalin dengan masyarakat dapat selalu terjaga,"pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)