Berita Internasional

Eks Menlu AS Henry Kissinger Prediksi BAHAYA PERANG Besar Semematikan PD I, China Vs Amerika Serikat

Kecuali Presiden AS terpilih saat ini, Joe Biden bertindak cepat untuk menghentikan apa yang disebutnya sebagai "bencana yang akan datang" itu.

Editor: Benny Dasman
Defense Ministry of Japan via Reuters via Kontan.co.id
Pesawat bomber B1-B Lancer merupakan bomber dengan muatan terbesar yang dimiliki Angkatan Udara AS saat ini. 

POS KUPANG, COM -  Eskalasi ketegangan dan kitidakharmonisan hubungan kenegaraan antara China Vs Amerika Serikat dalam banyak isu mendapat perhatian banyak pihak.

Satu di antaranya yakni dari tokoh yang juga mantan pejabat tinggi AS, Henry Kissinger. 

Pria yang juga mantan Menteri Luar Negeri AS Henry Kissinger itu memperingatkan, China Vs Amerika Serikat saat ini bukan tak mungkin memaksa untuk bersiap perang habis-habisan;.

Kecuali Presiden AS terpilih saat ini, Joe Biden bertindak cepat untuk menghentikan apa yang disebutnya sebagai "bencana yang akan datang" itu.

Melansir dari Kontan.co.id yang merangkumnya dari Express.co.uk, yang menonjol dalam kebijakan luar negeri Amerika selama Perang Dingin, mengatakan kedua belah pihak saat ini sedang menuju konflik yang mirip dengan Perang Dunia Pertama.

Henry Kissinger juga memperingatkan, karena teknologi militer yang tersedia sekarang, konflik apa pun hampir tidak mungkin dikendalikan.

Dia juga mengkritik Donald Trump karena merusak hubungan dengan China dan rendahnya tingkat diplomasi dengan Xi Jinping.

Kissinger memperingatkan Presiden terpilih Joe Biden sekarang memiliki tugas serius untuk memulihkan hubungan dan mengakhiri kemungkinan konflik antara kedua belah pihak.

Express.co.uk memberitakan, saat berbicara di Forum Ekonomi Baru Bloomberg, dia berkata: "Kecuali ada dasar untuk beberapa tindakan kerja sama, dunia akan meluncur ke dalam bencana yang sebanding dengan Perang Dunia I.

Amerika dan China sekarang semakin mengarah ke konfrontasi, dan mereka melakukan diplomasi dengan cara yang konfrontatif."

Dia menambahkan, "Bahayanya adalah akan terjadi beberapa krisis yang melampaui retorika menjadi konflik militer yang sebenarnya."

Meskipun Kissinger mengklaim bahwa Presiden saat ini benar untuk menekankan cengkeraman China pada ekonomi dunia, dia bersikeras bahwa diperlukan pendekatan diplomatik baru.

Dia juga memperingatkan kedua belah pihak harus setuju untuk menghindari konflik militer meskipun ada erosi dalam hubungan.

“Amerika Serikat dan China tidak pernah menghadapi negara-negara yang besarnya kira-kira sama dengan yang lain. Ini adalah pengalaman pertama,"

"Dan kita harus menghindari hal itu berubah menjadi konflik, dan mudah-mudahan mengarah pada upaya kerja sama," paparnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved