Breaking News:

Sepanjang Tahun 2020, Kabupaten TTS Dilanda 4 Kasus Keracunan Massal

Rumah Sakit Pratama Boking usai menyantap daging babi yang dikirim dari Kupang. Beruntung, ketujuhnya selamat usai mendapat perawatan medis. 

Penulis: Dion Kota | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Ketua Komisi IV DPRD TTS, Marthen Tualaka 

Sepanjang Tahun 2020, Kabupaten TTS Dilanda 4 Kasus Keracunan Massal

POS-KUPANG. COM | SOE -- Sepanjang Tahun 2020, Kabupaten TTS tercatat sudah empat kali mengalami kasus keracunan massal.

Kasus Keracunan Massal pertama kali terjadi pada 27 Februari 2020, di Desa Bokong, Kecamatan Toianas.

Sebanyak 7 korban keracunan dirawat di Rumah Sakit Pratama Boking usai menyantap daging babi yang dikirim dari Kupang. Beruntung, ketujuhnya selamat usai mendapat perawatan medis. 

Kasus keracunan kedua terjadi Di Desa Mnelalete, Kecamatan Amanuban Barat pada 24 Maret 2020. Sebanyak 15 orang menjadi korban keracunan usai mengikuti acara syukuran panen perdana. Ke-15 korban dirawat oleh petugas puskesmas Nulle hingga dinyatakan sembuh.

Kasus keracunan makanan ke tiga terjadi pada 5 November 2020 dalam acara syukur di Desa Naileu, Kecamatan Kie. Puluhan warga yang menjadi korban keracunan berhasil sembuh usai dirawat di Puskesmas Kie.

Kasus keracunan terbaru terjadi di Desa Tetaf, Kecamatan Kuatnana, 17 November 2020. Sebanyak 166 orang menjadi korban keracunan makanan dalam acara HUT Anak GMIT yang diselenggarakan PAR dan PPA Gereja GMIT Imanuel Kuatnana.

Ketua Komisi IV DPRD TTS, Marthen Tualaka mengaku, prihatin dengan kasus keracunan yang masih menjadi langganan di Kabupaten TTS sejak tahun 2019 lalu. Dirinya meminta Pemda TTS untuk meningkatkan pengawasan terhadap peredaran sembako baik di toko, kios maupun di pasar-pasar.

Pemda TTS diminta untuk melakukan sweeping terhadap sembako yang dijual untuk menjaring sembako yang sudah kadaluwarsa.

Sweeping terhadap tidak hanya dilakukan di Kota Soe saja, tetapi diminta untuk dilakukan di tiap kecamatan termaksud pada saat penyelenggaraan pasar mingguan.

" Ini bukti Pemda TTS masih kecolongan dalam melakukan fungsi pengawasan terhadap sembako yang beredar. Oleh sebab itu, Pemda TTS melakui Dinas Teknis harus melakukan sweeping secara rutin," pinta Marthen.

Dirinya memberikan apresiasi kepada para tenaga medis yang sudah bekerja maksimal dalam menangani kasus keracunan makanan. Berkat kerja cepat dan kerja maksimal para tenaga medis,  hingga saat ini kasus keracunan yang terjadi bisa ditangani dengan baik sehingga tak sampai menyebabkan jatuh korban jiwa.

Baca juga: SEDANG BERLANGSUNG Mata Najwa Trans 7 Tema Pilah Pilih Urus Pandemi, Ini Daftar Narasumber

Baca juga: Satu Klik, Aku Pintar Virtual Edu-Expo 2021, Jawab Tantangan Pendidikan di Kenormalan Baru

Baca juga: Belajar Kebijaksanaan Hidup, Frater STFK Ledalero Kunjungi Panti  Alma  Maumere

Baca juga: Sita Lahan 30 Ha di Kerangan Labuan Bajo, Ada 6 Oknum yang Miliki Sertifikat Hak Milik

" Kita berikan apresiasi kepada para tenaga medis yang sejauh ini mampu menangani dengan baik kasus-kasus keracunan makanan yang terjadi di Kabupaten TTS sehingga tidak sampai menimbulkan korban jiwa," ujar Ketua Komisi IV ini. (Laporan Reporter Pos-Kupang. Com, Dion Kota)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved