Guru dan Siswa SMA Negeri I Bajawa Kenakan Busana Etnis Berbagai Daerah di Indonesia, Ini Alasannya
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Ngada urutan kedua di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah Kota Kupang.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
Sosialisasi 4 Pilar, Guru dan Siswa SMA Negeri I Bajawa Kenakan Busana Etnis Berbagai Daerah di Indonesia
POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Sejumlah guru, kepala SMA/SMK di Ngada bersama siswa SMA Negeri I Bajawa mengikuti sosialisasi 4 pilar di SMA Negeri I Bajawa, Selasa (17/11/2020).
Sosialiasi 4 pilar dilaksanakan oleh anggota MPR RI Fraksi NasDem, Ny. Julie Sutrisno Laiskodat.
Kehadiran anggota DPR RI Julie Laiskodat di SMAN 1 Bajawa disambut dengan penuh sukacita oleh anak-anak sekolah dan para guru.
Uniknya, mereka mengenakan pakaian adat dari berbagai etnis di Indonesia pada umumnya dan NTT pada khususnya.
Hal itu menggambarkan bahwa Kabupaten Ngada merupakan sebuah kabupaten yang sangat heterogen dan dalam keberagaman itu semua hidup dalam semangat toleransi.
Kunjungan yang membawa semangat literasi dalam berbagai bidang juga memperkokoh kehidupan masyarakat yang majemuk serta menjunjung tinggi budaya.
Pjs Bupati Ngada, Linus Lusi menyampaikan selamat datang di SMA Negeri I Bajawa.
Linus Lusi mengatakan kehadiran Ny. Julie Laiskodat di SMA Negeri I Bajawa memberi motivasi dan semangat untuk menggelorakan literasi dibidang apapun.
Kata Linus Lusi, Ngada terkenal dengan kemajemukan sosial dan budaya yang menjunjung tinggi toleransi.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Ngada urutan kedua di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah Kota Kupang.
"Perlu kami laporkan kepada Bunda Julie, bahwa IPM Kabupaten Ngada urutan kedua setelah Kota Kupang. Kalah kabupaten lainnya, ini sungguh luar biasa," tegasnya.
Ia juga meminta untuk memperhatikan anak-anak SMA Negeri I yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikan dan berharap agar Ny.Julie Laiskodat jangan pernah bosan untuk datang berkunjung ke SMA Negeri I Bajawa.
"Saya berharap agar bunda Julie Laiskodat untuk terus berkunjung ke Kabupaten Ngada termasuk ke SMA Negeri 1 Bajawa sebagai sebuah lembaga pendidikan menengah Atas Negeri tertua di Kabupaten Ngada," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT ini.
Sementara itu, Ny. Julie mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Busana yang dikenakan saat ini menandakan bahwa masyarakat tidak ingin tenun warisan leluhur punah.
Baca juga: Kapten Tim Bhayangkara FC Indra Kahfi, Tegas Milih Kompetisi Liga 1 2020 Dihentikan, Ini Tujuannya
Baca juga: Moms, Kenali 4 Ciri Ayam yang Bisa Picu Penyakit Bahaya Saat Belanja, Yuk Kepoin
Baca juga: Polda NTT Gelar Pembekalan & Pelatihan Keterampilan Pra Pensiun Bagi Anggota Polri dan PNS Polri
Generasi penerus harus terus mempromosikan dengan menggunakan tenun khas daerah masing-masing. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan).