Komisi III DPRD NTT Lelo Lelo Minta OJK Fasilitasi Kasus Nasabah dengan AJBB 1912 

Wakil Ketua Komisi III DPRD NTT Lelo Lelo Minta OJK Fasilitasi Kasus Nasabah dengan AJBB 1912. 

POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO
Leo Lelo, Wakil Ketua Komisi III DPRD NTT 

POSKUPANG.COM, KUPANG - Wakil Ketua Komisi III DPRD NTT, Leonardus Lelo, S.IP, M.Si Minta OJK Fasilitasi Kasus Nasabah dengan AJBB 1912. 

Leonardus Lelo, S.IP, M.Si alias Leo Lelo prihatin dengan masalah yang dialami nasabah AJBB yang notabena adalah warga NTT.

DPRD akan memberikan perhatian serius dalam upaya menyelesaikan persoalan AJBB di NTT itu.

“Kami juga minta pemerintah pusat bisa segera menyelesaikan masalah AJBB agar segera ada pencairan dana untuk nasabah warga NTT. DPRD NTT juga bisa memanggil AJB dan OJK yang ada di NTT untuk klarifikasi, ” kata Leo Lelo yang bersedia menerima pengaduan nasabah AJBB.

Leo Lelo, Wakil Ketua Komisi III DPRD NTT
Leo Lelo, Wakil Ketua Komisi III DPRD NTT (POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO)

Menurut Leo, beberapa tahun lalu persoalan ini sudah menjadi pembahasan di tingkat pusat antara pemerintah pusat, OJK, Komisi XI DPR RI serta manajemen AJBB. Sehingga seharusnya sudah ada solusi pembayaran klaim.

Leo mengaku sudah menghubungi pihak OJK NTT dan informasinya bahwa telah ada siaran pers dari AJBB sejak tahun 2019 untuk nasabah terkait kondisi AJBB. Jika informasi itu tidak sampai ke setiap nasabah artinya ada apa dan siapa yang bertanggungjawab.

“AJBB mestinya terbuka menyampaikan mekanisme dan proses penyelesaian klaim, jangan biarkan nasabah kuatir. OJK dengan fungsi pengawasan diharapkan bisa memafilitasi nasabah untuk menyelesaikan klaim dari AJBB,” tegas Leo Lelo yang meminta nasabah bersabar. 

* Nasabah Adukan AJBB 1912 ke Ombdusman NTT

Sejumlah nasabah mengadukan manajemen Asuransi Jiwa Bersama atau AJB Bumiputera 1912 Kupang Provinsi NTT ke Ombudsman Perwakilan NTT, Rabu (11/11/2020) siang.

AJBB diadukan karena belum membayar klaim asuransi mulai tahun 2016, padahal sebagian besar nasabah sudah melunasi kontrak. Nilai kontrak mulai satu juta hingga ratusan juta rupiah.

Di Kantor Ombdusman, Nonny, Anggerany dan Nurhayda langsung diambil keterangan oleh penyidik Alberto. Kepada Alberto, Nonny menjelaskan polisnya jatuh tempo awal 2020 tapi belum dibayarkan hingga saat ini.

“Bumi Putra sebagai pihak asuransi seperti lepas tangan, terus saja mengatakan itu bukan urusan mereka tapi urusan pusat. Kami sudah kesana terus menerus, tapi mereka terus saja mengatakan tidak tahu apa-apa karena itu urusan kantor pusat. Apapun yang kami tanyakan kepada mereka, mereka tidak bisa menjawab,” kesal Nonny.

Farida, nasabah AJB Bumiputera 1912 Kupang NTT
Farida, nasabah AJB Bumiputera 1912 Kupang NTT (POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO)

Nonny mengaku tidak pernah mendapat informasi resmi tentang kondisi AJBB. Tahun 2019 saat mendengar ada masalah, Nonny ingin berhenti membayar premi.

“Tapi pihak asuransi bilang mereka dalam pengawasan OJK dan asuransi baik-baik saja sehingga mereka minta saya tetap bayar sebagai syarat pencairan tahap 1 tahun 2020 dan saya melunasinya,” kata Nonny.

Sejumlah nasabah di Kantor AJBB 1912 Kupang NTT, Senin (9/11/2020) mempertanyakan klaim asuransi yang belum dibayarkan oleh AJB Bumiputera 1912 Kupang NTT kepada mereka mulai tahun 2016 lalu.
Sejumlah nasabah di Kantor AJBB 1912 Kupang NTT, Senin (9/11/2020) mempertanyakan klaim asuransi yang belum dibayarkan oleh AJB Bumiputera 1912 Kupang NTT kepada mereka mulai tahun 2016 lalu. (POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO)
Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved