Kisah Siswa SMKN 1 Aimere, Ikut Lomba LKS Tingkat Nasional Hingga Raih Penghargaan Khusus

Kisah siswa SMKN 1 Aimere, ikut Lomba LKS Tingkat nasional hingga raih Penghargaan khusus

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
Dok. David
David usai mengikuti lomba LKS tingkat nasional di SMK Negeri I Aimere Kecamatan Aimere Kabupaten Ngada, Oktober 2020. 

Kisah siswa SMKN 1 Aimere, ikut Lomba LKS Tingkat nasional hingga raih Penghargaan khusus

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Semangat juang yang tinggi, ulet dan tekun tentu hal yang sangat dibutuhkan untuk meraih sesuatu prestasi.

Belajar tanpa kenal lelah, berlatih meskipun penuh keterbatasan tentu akan membuahkan hasil yang diharapkan.

Hal itulah yang dialami oleh siswa kelas XII Jurusan Agribisnis Ternak Unggas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri I Aimere di Kabupaten Ngada.

Baca juga: Pemprov NTT Tiga Kali Lakukan Pinjam Daerah, Ini Peruntukannya

Siswa itu, David Alexander Dima. Baru-baru ini, David baru saja mengikuti ajang atau Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional tahun 2020.

David menjadi salah satu peserta dari 20 SMK di NTT yang ikut ajang bergensi tersebut. David mengikuti lomba itu dibidang inovasi peternakan. Alhasil, David mendapatkan piagam penghargaan khusus dari pusat prestasi nasional dalam ajang itu.

David mengisahkan awalnya ia tak pernah menyangka dipilih oleh sekolah untuk mengikuti LKS tingkat nasional dan dirinya optimis bahwa bisa ikut meskipun persiapannya sangat singkat.

Baca juga: Pemda Nagekeo Terima Piagam Opini WTP

David menceritakan tahun 2019 lalu dirinya pernah menjalani magang di Kupang khusus dibidang peternakan. Sehingga pengalaman itu menjadi modal saat mempersiapkan diri mengikuti LKS tersebut.

"Saya dipilih sebagai peserta LKS tahun 2020, karena pada tanggal 10 September 2019 saya diberi kepercayaan pertama untuk mengikuti praktek magang ternak unggas pedaging di Kupang selama 1 bulan. Setelah saya pulng peratek magang dari Kupang saya kemudian diberi kepercayaan ke dua kalinya lagi dari ibu guru untuk mengikuti lomba LKS SMK di tingkat nasional di tahun 2020 ini pada bidang lomba peternakan yang dilaksanakan secara virtual atau daring. LKS dimulai sejak 19 Oktober hingga 23 Oktober 2020," ujar David kepada POS-KUPANG.COM Kamis (12/11/2020).

Ia mengaku sangat bangga dan senang saat ditunjuk untuk mengikuti lomba, namun pada waktu itu dirinya tidak ada persiapan yang matang.

Apalagi, SMK Negeri I Aimere terlambat mendapatkan informasi mengenai LKS dan waktu lomba juga begitu singkat sehingga ketersedian alat dan bahan sekolah tidak lengkap. Penuh keterbatasan dan diserba sulit, tapi tetap optimis.

Meskipun tidak ada persiapan yang matang, dukungan terus mengalir pada dirinya untuk ikut LKS meskipun penuh dengan keterbatasan.

Semua bisa dilakukan asalkan ada semangat dari dalam diri sehingga menjadi motivasi agar tetap percaya diri untuk memberikan yang terbaik saat itu.

"Saya mendapatkan banyak dukungan, baik dukungan doa maupun motivasi dari pendamping, Kepsek, orang tua dan keluarga, agar saya bisa maju terus dan berjuang untuk tidak mau kalah dengan sekolah-sekolah lain," ujarnya.

Ia mengaku saat lomba dirinya sangat enjoy dan senang karena bisa membawa nama SMK Negeri I Aimere dan nama provinsi NTT ke tingkat nasional.

"Pada saat mengikuti lomba LKS yang saya rasakan itu senang dan bangga karena saya sudah membawa nama SMKN 1 Aimere dan propinsi NTT ke tingkat nasional itu merupakan suatu pengalaman yang akan saya kenang selalu," ujarnya.

Siswa kelahiran Aimere, 11 januari 2002 ini menyebutkan inovasi yang dibuat saat lomba adalah bagaimana cara berternak ayam petelur yang baik dan benar. Mulai dari awal berternak sampai pada saat panen tiba.

Ia melanjutkan dirinya memilih inovasi dibidang peternakan, karena diwilayahnya sebagian besar masyarakat pekerjaannya adalah berternak dan bertani sehingga itulah yang mendorong dia berinovasi di bidang peternakan.

"Perasaan saya ketika mendengar kabar bawah saya dinobatkan sebagai juara khusus, saya merasa sangat senang dan bangga sekali, walaupun saya tidak mendapatkan kejuaraan medali tetapi saya mendapat kejuaraan khusus yaitu kegigihan. Itu adalah suatu penghargaan yang sangat istimewa menurut saya," ungkap warga Desa Legelapu Kecamatan Aimere ini.

Anak pasangan suami istri, Rudolof Dima dan Magdalena Kana ini mengajak kaum muda untuk jangan menunda sesuatu pekerjaan. Kerjakan jika ada waktu dan tidak boleh mudah menyerah.

"Jangan tunda, ubah hidupmu hari ini. Jangan bertaruh pada masa depan, bertindaklah sekarang tanpa menunda," ujarnya.

Ia mengatakan walaupun dengan keterbatasan alat dan bahan serta kendala pada saat lomba, listrik padam sehingga membutuhkan genset itu tidak membuat dirinya merasa putus asa.

"Atas kerja sama bapa guru dan ibu guru semuanya dapat berjalan kembali dengan normal dan saya mengikuti lomba sampai selesai,"ujarnya.

Ia menyampaikan limpah terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dirinya dalam ajang itu. Terima kasih kepada orangtua, Kepala Sekolah, guru SMK Negeri I Aimere dan semua siswa sekolah tersebut.

Ia mengajak untuk tetap belajar dengan tekun dan terus meraih prestasi. Jangan pernah berhenti meraih cita-cita. Manfaatkan kesempatan dan jangan mudah menyerah, jika ada kemauan pasti ada jalan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved