virus corona
Kisah Perjuangan SN Lahirkan Bayinya Saat Divonis Positif Covid-19
Seorang ibu hamil terinfeksi covid-19 di Manggarai Barat harus jalani operasi sesar demi selamatkan bayinya
Kisah Perjuangan SN Lahirkan Bayinya Saat Divonis Positif Covid-19
POS-KUPANG.COM | MANGGARAI--Bagi seorang wanita belum sempurna rasanya jika belum memiliki momongan. Karena itu segala cara akan dilakukan untuk mendapatkan keturunan.
Tak heran nyawa bahkan jadi taruhannya.
Seorang ibu bernama SN di Kabupaten Manggarai Barat ini menjadi contoh perjuangan seorang perempuan mempertahankan dan meyelamatkan sang buah hati.
Saat dalam kondisi hamil besar dan menunggu waktu kelahiran, SN harus menerima kenyataan divonis positif terjangkit Virus Corona atau Covid-19.
Panik pasti. Yang paling ia takutkan jika virus corona yang menggerogoti tubuhnya menjangkiti sang buah hati.
Kasus yang dialami SN merupakan kasus pertama di Manggarai Barat bahkan di Provinsi NTT.
Setelah berembug dengan keluarga dan berkonsultasi dengan dokter, ia disarankan harus menjalani operasi sesar demi menyelamatkan bayi dalam kandungannya.
Baca juga: Update Corona Sumba Timur, Masih Ada Sembilan Swab yang Belum Diperiksa
Tak berpikir lama, ia pun menerima tawaran dokter.
SN pun menjalani dperasi sesar RSUD Komodo Labuan Bajo.
Beruntung sang bayi selamat dan dinyatakan negatif virus corona. SN juga kondisinya stabil dan dalam perawatan pihak RSUD Komodo Manggarai Barat.
"Kemarin dia terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil TCM, sehingga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan sesuai protap yang ada, maka dilakukan operasi sesar," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Yohanes Johan ketika dikonfirmasi di Labuan Bajo, Minggu (8/11/2020).
Johan memberi penjelasan mewakili Kepala Dinas Kesehatan, Paulus Mami. "Untuk bayi dari ibu tersebut negatif Covid-19," ujarnya.
Menurut Johan, pihaknya akan melakukan tracing dan rapid tes kepada semua pihak yang pernah melakukan kontak dengan pasien tersebut.
"Kami akan lakukan tracing semua tenaga kesehatan yang kemarin kontak erat dengan pasien tersebut, termasuk dokter dan perawat yang melakukan kontak saat dia berada di rumah sakit," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/peringatan-bagi-ibu-hamil-hati-hati-konsumsi-obat-pereda-nyeri-bisa-berisiko-bagi-anak.jpg)