Breaking News:

Salam Pos Kupang

Virus Corona dan Zona Pendidikan

HAMPIR 10 bulan terakhir, Indonesia termasuk NTT menjadi pandemi virus Corona

Virus Corona dan Zona Pendidikan
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - HAMPIR 10 bulan terakhir, Indonesia termasuk NTT menjadi pandemi virus Corona. Status ini dilabelkan lantaran virus yang satu ini mewabah demikian cepat hingga menelan korban jiwa.

Tak hanya warga sipil yang meninggal dunia akibat penyakit ini tetapi para pejabat, termasuk dokter dan tenaga medis juga menjadi korban atas keganasan virus ini.
Kita memang pantas berkabung atas tragedi kesehatan ini. Kita juga pantas berduka atas peristiwa kemanusiaan seperti ini.

Bahwa gegara penyakit ini dunia seakan lumpuh. Indonesia termasuk NTT juga turut berdampak atas penularan penyakit yang penyebarannya terbilang sangat masif ini.

Baca juga: Siap KBM Tatap Muka, SMPK Frateran Ndao Ende Terbitkan Pedoman

Demikian juga dalam bidang pendidikan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mendikbud, Nadiem Makarim, misalnya terpaksa menelorkan program belajar dari rumah yang berlaku sampai dengan saat ini.

Melalui program ini Mendikbud Nadiem berkeinginan untuk menjaga keberlangsungan pendidikan bagi seluruh anak bangsa di negeri ini.

Baca juga: TRIBUN WIKI: Menikmati Pesona Jembatan Batu di Nangateke Nagekeo

Bahwa melalui program Belajar dari Rumah (BdR) ini, para siswa di semua jenjang pendidikan termasuk di tingkat perguruan tinggi tetap menunaikan kegiatan belajar mengajar kendati pelaksanaannya terpaksa harus dari rumah.

Namun pengecualiannya adalah ketika penularan virus corona di suatu wilayah, baik kabupaten maupun provinsi masuk kategori hijau dan orange, maka kebijakan yang diambil adalah boleh melaksanakan belajar mengajar melalui tatap muka dengan jumlah siswa yang dibatasi.

Memang dengan pola ini, pemerintah sejatinya ingin menormalkan suasana persekolahan tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Sementara para siswa dan guru pun harus secara sadar dan bertanggung jawab untuk mematuhi itu. Ini penting karena ujung-ujungnya untuk kebaikan bersama.

Secara umum di NTT, penularan virus ini memang tak terlalu terasa sebagaimana daerah lain di Indonesia. Apalagi dalam suasana era kenormalan baru saat ini.

Hanya saja diharapkan agar kita tak boleh terbawa dengan new era saat ini. Kita harus selalu waspada dengan menerapkan protokol kesehatan secara baik. Misalnya mematuhi pesan kemanusian yang digaungkan pemerintah, yaitu selalu mencuci tangan pakai sabun, memakai masker saat di luar rumah dan menjaga jarak ketika berinteraksi dengan sesama yang lain.

Bila pola ini diterapkan secara baik termasuk oleh para siswa dan guru selama berada di sekolah, niscaya kita senantiasa terhindar dari ancaman virus ini.

Kita juga berharap agar pemerintah tetap memantau secara ketat perkembangan virus ini dari hari ke hari. Informasi sekecil apa pun hendaknya diumumkan kepada publik sehingga masyarakat menjadi tahu.

Semua komponen masyarakat juga diharapkan tak terlalu panik bahkan khawatir akan bahaya yang timbul dari virus ini. Karena kunci utamanya adalah melawan virus ini secara cerdas melalui tiga langkah sederhana yaitu memakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak ketika berinteraksi dengan sesama. Semoga. *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved