Breaking News:

Penanganan Covid

Soal Covid-19, Wali Kota Kupang Jefri Akui Pusing Hadapi Orang Kupang yang Keras Kepala

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore mengaku pusing menghadapi orang Kupang yang keras kepala

Soal Covid-19, Wali Kota Kupang Jefri Akui Pusing Hadapi Orang Kupang yang Keras Kepala
PK/Yen
Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Saat ini Kota Kupang menghadapi tantangan yang luar biasa terkait permasalahan Covid-19. Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore mengaku pusing menghadapi orang Kupang yang keras kepala.

"Sama seperti di NBS ada saudara kita yang meninggal karena Covid-19. Meninggal sekitar jam 7 malam, hasil swab baru keluar jam 12 malam, jam 11 sudah dibawa pulang oleh keluarga. Karena baru diketahui positif maka teman-teman dari kesehatan negosiasi harus dikubur, tapi kita ini bandel, sampaikam berbagai alasan. Apapun itu kalau meninggak karena covid maka pemerintah ada membantu untuk menguburkan. Tapi karena saudara kita ini tidak mau, dibiarkan.Dari kesehatan bukan tidak ada kerjaan kalau bukan covid buat apa diurus itu karena covid maka berjam-jam menunggu," katanya, Jumat (6/11/2020).

Baca juga: Wali Kota Kupang, Jefri Sebut Bansos Awak Media tak Ada Hubungan Politik

Ia memberikan catatan pada rumah sakit - rumah sakit juga harus lebih berhati-hati. Jika hasil belum keluar maka jangan dulu memulangkan jenazah karena hasilnya bisa fatal.

"Bila ada dampak dari ini maka kami akan minta pertanggungjawaban dsri RS Siloam," ujarnya.

Jefri mengatakan terkait acara pesta di kota Kupang sudah ada pembatasan waktu pelaksanaan. Namun yang ditemui peraturan itu tidak diindahkan oleh masyarakat.

Baca juga: Prajurit TNI dan Warga Naibaban Gotong Royong Bersihkan Tempat Pemakaman Umum

"Menghadapi orang Kupang pusing, apalagi kalau sedang asyik dansa lalu disuruh berhenti. Tapi harusnya ditangani lebih baik oleh pihak keamanan. Kita akan perketat lagi agar semua disiplin dan semua menyadari ini bahaya. Karena masalahnya masyarakat tidak mau tahu ini bahaya dan bahaya ini menjadi tanggung jawab pemerintah," katanya

Untuk itu, Pemerintah Kota Kupang semakin memperketat protokol kesehatan yang sudah ada. Namun sementara dikaji untuk menerapkan pinalti kepada masyarakat, masih dipertimbangkan yang tidak pakai masker, perkumpulan dan resto/hotel yang tidak menyiapkan tempat cuci tangan secara lengkap.

"Sekarang sedang dikaji untuk disiapkan sesegera mungkin penerapan di kota Kupang. Tapi harus disosialisasikan kepada masyarakat bahwa ada langkah pemerintah. Karena semakin hari semakin banyak, jadi harus ada action di lapangan. Dilain pihak ekonomi kita makin sulit jadi kita harus menyeimbangkan dua hal, ketat tapi bisa membolehkan membuka toko, restoran dengan menerapkan protokol kesehatan," tuturnya.

Catatan Redaksi:
Bersama-kita lawan virus corona. POS-KUPANG.COM mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 3M: Wajib memakai masker;
Wajib menjaga jarak dan menghindari kerumunan; Wajib mencuci tangan dengan sabun. (Lporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved