NTT Butuh Investasi Rp 37,18 Triliun
SEKTOR pariwisata menjadi peluang emas, bagaimana Investasi bisa masuk secara massif ke NTT
POS-KUPANG.COM - SEKTOR pariwisata menjadi peluang emas, bagaimana Investasi bisa masuk secara massif ke NTT. Mengutip Antara, data dari Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia NTT, NTT membutuhkan Investasi Rp 37,18 triliun untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 7 persen.
Peluang pertumbuhan Investasi ini sangat terbuka karena NTT punya daya tarik wisata di tiap daerah. Seperti diketahui, Presiden Jokowi Bahkan menjadikan Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas.
Pemprov NTT sendiri berusaha mempersiapkan segala sesuatunya untuk Labuan Bajo. Satu di antaranya terkait dengan keselamatan seperti yang dilakukan, Senin (2/11/2020).
Baca juga: Perempuan 77 Tahun Positif Corona, Jubir: Tantangan Besar Melacak Kontak Erat
Wakil Gubernur NTT, Josef A Nae Soi membuka Rapat Simulasi Keselamatan dan Keamanan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo.
Hadir dalam kesempatan itu, Staf Khusus Bidang Keamanan Kemenparekraf/Baparekraf, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, Bupati Mabar Agustinus Ch Dula, Direktur BOPLBF, Shana Fatina, para kepala instansi vertikal, perwakilan TNI Polri dan para pimpinan SKPD di Mabar.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Setkab Mabar dengan menerapkan protokol kesehatan. Dalam arahannya, Wagub NTT, Josef A Nae Soi mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat karena menunjuk Labuan Bajo sebagai tempat dilaksanakannya simulasi Keselamatan dan Keamanan Destinasi Pariwisata yang akan digelar 12 November 2020. "Kami berterima kasih," katanya.
Baca juga: Brisia Jodie: Teror Mistis
Diakuinya, rapat tersebut bukan saja sekedar rapat koordinasi, namun merupakan rapat kolaboratif antar stakeholder demi penyatuan konsep keselamatan dan keamanan kebencanaan. "Kalau kita simulasi, daerah kita rawan bencana," ujarnya.
Menurutnya, hal yang tidak kalah penting yang harus dilakukan semua komponen yakni kenyamanan dari masyarakat yang tinggal di Labuan Bajo dan wisatawan yang akan datang.
Oleh karena itu, rapat tersebut bukan saja sebagai wadah untuk berkoordinasi demi menyukseskan kegiatan simulasi, namun sebagai momentum untuk secara bersama menyadarkan masyarakat akan pentingnya keselamatan dan keamanan.
"Tugas kita untuk membentuk kesadaran masyarakat bahwa safety dan security no compromi. Oleh karena simulasi yang kita lakukan, minimal menghilangkan/mengurangi kefatalan dalam bencana," tegasnya.
Diakuinya, keberhasilan dalam simulasi yang akan dilakukan akan menjadi pedoman untuk keselamatan dan keamanan di daerah lain. "Jadi kami berterima kasih karena telah memilih Labuan Bajo," paparnya.
Pihaknya juga meminta agar tanda atau plank evakuasi di Labuan Bajo pun harus menggunakan 6 bahasa, sesuai standar internasional.
"Yang diminta kepada kita adalah sinyal-sinyal yang ada memenuhi standar internasional, sinyal-sinyal itu minimal dalam 6 bahasa internasional. Minimal Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, China, Rusia, Arab dan Spanyol. Jangan lupa juga bahasa Jepang karena banyak juga datang," paparnya.
Pihaknya berharap kesiapan segera dilakukan hingga tanggal 10 November 2020. Bupati Agustinus Ch Dula dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat kepada Mabar.
Menurutnya, label pariwisata super premium bagi Labuan Bajo serta keindahan alam dan atraksi pariwisata akan menghadirkan banyak orang termasuk wisatawan.
Sehingga, lanjut dia, sudah menjadi konsekuensi logis bahwa keselamatan dan keamanan bagi semua pihak harus dilakukan. Pihaknya pun mengajak semua komponen untuk bekerjasama dan menyukseskan kegiatan tersebut.
"Mari kira sama-sama, apa yang menjadi tugas kita, terutama di Kabupaten Mabar," katanya. (ii)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/yoseph-nae-soi.jpg)