Penanganan Covid

Laboratorium Biokesmas NTT Siap Laksanakan Tes Massal Covid-19 Perdana

Laboratorium Biokesmas Provinsi NTT siap melaksanakan tes massal perdana Covid-19 di Provinsi NTT

Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Laboran dan tim pool test Laboratorium Biomolekul Kesehatan Masyarakat Provinsi NTT foto bersama Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat pada acara Peresmian Laboratorium itu, 17 Oktober 2020 lalu. 

“Yang penting kami bisa menyumbangkan tenaga untuk mencegah penyebaran Covid-19 secara meluas, sedangkan urusan upah biarlah itu menjadi pengorbanan kami,” kata Lintang, salah seorang laboran yang sudah bekerja sejak bulan Juni 2020.

Moderator Forum Academia NTT, Elcid Li menambahkan, kondisi tanpa dana juga dikeluhkan sejumlah petugas medis yang menangani contact tracing di lapangan, khususnya di Kota Kupang. Para petugas kesehatan mengeluhkan minimnya dukungan untuk mereka ketika melakukan pelacakan orang-orang yang mempunyai kontak erat.

“Seharusnya pemerintah serius memperhatikan kesejahteraan dan kebutuhan para tenaga kesehatan yang sudah mendedikasikan diri untuk melacak kontak yang positif, dan ini amat terkait dengan test massal yang bertujuan untuk memantau dan menjalankan fungsi pengawasan (surveillance),” kata Elcid Li kepada POS-KUPANG.COM.

Menurutnya para pembuat kebijakan, baik di level provinsi maupun kota/kabupaten perlu mengalokasikan dana secara khusus bagi para tenaga kesehatan yang bekerja secara spartan di lapangan untuk melindungi warga. 

Elcid juga berharap agar langkah pengawasan dengan menggunakan metode test massal dapat menjadi langkah strategis untuk memutus rantai penyebaran. “Bagaimana mungkin para petugas penelusuran kontak harus membeli pulsa sendiri, untuk melacak para kontak erat?” tanya Elcid Li.

“Dengan kerjasama semua pihak kita bisa saling bantu untuk meringankan beban, para warga yang di-identifikasi positif perlu didukung selama masa isolasi, terutama untuk warga yang bekerja di sektor informal atau pekerja dengan upah harian . Kita butuh solidaritas yang kuat agar sistem tes massal bisa berkontribusi untuk pencegahan penyebaran secara maksimal,” kata Elcid. 

Menurutnya stigma yang berlebihan terhadap pasien yang positif, tanpa diikuti dengan solidaritas warga akan semakin membuat orang enggan untuk dites, dan penyebaran Covid-19 akan semakin sulit dikontrol. (Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved