Rumahnya Rusak Diterjang Angin Puting Beliung, Hingga Kini Maria Belum Tersentuh Bantuan

Maria Bait, warga RT 08/RW 04, Desa Oelnunu, Kecamatan Polen hingga kini belum tersentuh bantuan pemerintah pasca bencana angin puting beliung

Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Bangunan rumah Maria yang rusak akibat diterjang angin puting beliung 

POS-KUPANG.COM | SOE - Maria Bait, warga RT 08/RW 04, Desa Oelnunu, Kecamatan Polen hingga kini belum tersentuh bantuan pemerintah pasca bencana angin puting beliung yang merusak rumahnya, Jumat (23/10/2020) siang.

Beruntung, Maria bersama sang suami, Yustus Konay dan tiga anaknya berhasil menyelematkan diri ke rumah tetangga sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun atap rumah Maria mengalami rusak berat akibat terjangan angin puting beliung. Seng-seng rumahnya berterbangan akibat diterjang angin tersebut.

Baca juga: UMP Tahun 2021 Tak Berubah, Marthen Minta Dilakukan Kajian Kembali

" Kami posisi ada di dalam rumah karena sedang turun hujan. Tiba-tiba terdengar gemuru angin yang kencang. Tak lama berselang, atap rumah kami bergoyang-goyang, dan seketika langsung terangkat. Kami yang ada dalam rumah langsung berlari ke luar dan berlindung ke rumah tetangga" ungkap Maria kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (28/10/2020) melalui sambungan telepon.

Pasca kejadian lanjut Maria, dirinya langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada pemerintah desa.

Petugas desa langsung turun ke lokasi untuk memotret kerusakan rumah Maria.

Baca juga: Beredar Video Komodo Berjalan di Samping Tembok PLTD Komodo, Ini Komentar BTNK

Dibantu para tetangga, Keluarga Maria mengumpulkan kembali seng -seng dan balok kayu atap rumah yang berhamburan akibat diterjang angin puting beliung.

Bersama para tetangga, Keluarga Maria memperbaiki atap rumahnya. Namun karena sebagian sengnya sudah rusak, beberapa lembar seng tak bisa digunakan lagi.

Oleh sebab itu, dirinya sangat adanya bantuan seng dari pemerintah guna memperbaiki kerusakan atap rumahnya.

"Kalau bisa kami dibantu seng untuk mengganti seng-seng atap rumah kami yang rusak," pintanya.

Untuk diketahui, bangunan rumah milik Maria masih berubah bangunan darurat. Rumahnya berlantai tanah, berdinding bilah bambu dan beratap seng.

Di rumah tersebut, Maria tinggal bersama suami dan tiga orang anaknya. Suami Maria sehari-hari berprofesi sebagai petani. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved