Menag Dukung Sikap Kemlu Panggil Duta Besar Perancis; 'Kebebasan Berekspresi Tidak Boleh Kebablasan'

Dukung Sikap Kemlu yang panggil Duta Besar Perancis, Menag: Kebebasan Berekspresi Tidak Boleh Kebablasan*

TRIBUNNEWS.COM
Menag Dukung Sikap Kemlu Panggil Duta Besar Perancis; 'Kebebasan Berekspresi Tidak Boleh Kebablasan' 

Menag Dukung Sikap Kemlu Panggil Duta Besar Perancis; 'Kebebasan Berekspresi Tidak Boleh Kebablasan'

POS-KUPANG.COM - Menteri Agama RI, Fachrul Razi mendukung sikap Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang memanggil Duta Besar Perancis  dan menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Presiden Perancis yang dinilai menghina Islam.

Menurut Menag Fachrul Razi, pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron melukai perasaan umat muslim karena mengaitkan agama Islam dengan tindakan terorisme.

“Setiap umat beragama harus menghormati simbol-simbol agama yang dianggap suci oleh pemeluk agama lain, termasuk terkait pemahaman visualisasi Nabi Muhammad,” ujar Menag di Jakarta, Kamis (29/10/2020).

“Kebebasan berpendapat atau berekspresi tidak boleh dilakukan melampaui batas atau kebablasan sehingga mencederai kehormatan, kesucian, dan kesakralan nilai dan simbol agama apapun,” lanjutnya.

Baca juga: Sosok Presiden Perancis Emmanuel Macron yang Dinilai Hina Islam, Nikahi Nenek Berusia 67 Tahun

Menurut Menag Fachrul Razi, menghina simbol agama adalah tindakan kriminal.

Pelakunya, harus bertanggung jawab atas perbuatannya, dan ditindak sesuai ketentuan hukum.

Namun demikian, Menag Fachrul Razi juga mengingatkan bahwa Islam tidak membenarkan tindakan main hakim sendiri, apalagi dengan melakukan pembunuhan.

Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

tribunnews
Presiden Perancis Emmanuel Macron. (AFP)

Menag Fachrul Razi juga mengimbau agar umat Islam di Indonesia tidak terpancing melakukan tindakan anarkis.

Islam tidak membenarkan tindakan main hakim sendiri.

“Keagungan Islam tidak bisa ditegakkan dengan melanggar nilai-nilai kemanusiaan,” tegas Menag Fachrul Razi.

“Tunjukkan sikap tegas dengan tetap menjunjung tinggi watak umat beragama yang menolak tindak kekerasan," tandasnya.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved