Habib Rizieq Shihab
Terjawab, Alasan Refly Harun Ragu Habib Rizieq Shihab Bisa Pulang ke Indonesia Dalam Waktu Dekat Ini
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mengomentari video Habib Rizieq Shihab yang akan pulang ke Tanah Air dalam waktu dekat.
POS KUPANG, COM - Terjawab, alasan Refly Harun ragu Habib Rizieq Shihab bisa pulang ke Indonesia dalam waktu dekat ini.
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mengomentari video Habib Rizieq Shihab yang akan pulang ke Tanah Air dalam waktu dekat.
Sebelumnya, Imam Besar Front Pembela Islam ( FPI) ini angkat bicara langsung mengenai kepulangannya ke Indonesia.
Refly Harun lantas mengaitkan bisa tidaknya Rizieq Shihab ke Indonesia dengan Pilpres 2024.
Kabar akan kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam ( FPI) Habib Rizieq Shihab terus berkembang belakangan ini.
Terbaru, Habib Rizieq disebut akan tiba di Tanah Air pada bulan yang bertepatan dengan bulan Maulid Nabi.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PA 212, Novel Bamukmin, seperti yang dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (27/10/2020).
Bahkan dikatakannya bahwa pihaknya sudah mempersikapkan semua hal terkait kepulangan Habib Rizieq.
"Insya Allah antara akhir bulan ini atau awal bulan ini yaitu bertepatan dengan bulan Maulid Nabi," kata Novel.
Menanggapi hal itu, Refly Harun menilai belum yakin bahwa kepulangan Habib Rizieq Shihab akan terjadi dalam waktu dekat.
Dirinya menyakini bahwa hal itu tidak terlepas dengan kondisi politik di Tanah Air menjelang Pilpres 2024 mendatang.
"Kita tahu bahwa kepulangan Habieb Rizieq ini bisa jadi akan berpengaruh dalam konstelasi 2024," ujar Refly Harun, dikutip dari kanal YouTube pribadinya, Selasa (27/10/2020).
Meski begitu, Refly Harun jelas akan menyalahkan sikap dari pemerintah andai benar bahwa alasan belum pulangnya Habib Rizieq sampai saat ini adalah karena persoalan politik.
Menurutnya, terlepas dari hal-hal politik, pemerintah tidak mempunyai hak untuk melarang kepada rakyatnya untuk bisa pulang ke negerinya.
"Bahkan pemerintah harus pro aktif kalau melihat ada warga negaranya yang terkatung-katung di luar negeri dan ingin pulang namun tidak bisa pulang," jelas Refly Harun.