Berita Ruteng Hari Ini
BOPLBF Gelar Pelatihan Penguatan Digitalisasi Destinasi Wisata
Dalam rangka mendukung pengembangan pariwisata premium berkelanjutan BOPLBF menggelar kegiatan penguatan digitalisasi destinasi wisata
POS-KUPANG.COM | RUTENG - Dalam rangka mendukung pengembangan pariwisata premium berkelanjutan di Labuan Bajo Flores, Lembata, Alor, dan Bima, Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores ( BOPLBF) menggelar kegiatan penguatan digitalisasi destinasi wisata di Hotel Revaya Ruteng, (27/10/2020).
Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari dari 28-29 melibatkan 15 Desa Wisata dari 3 Kabupaten di Manggarai Raya yakni Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur. Ke-15 Desa Wisata terundang dari 3 Kabupaten ini adalah desa-desa yang memenuhi persyaratan aspek 3A dan juga memiliki Pokdarwis atau BUMDes.
Kegiatan itu dibuka oleh Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Angkat Anglus. Narasumber Institut Desa Wisata Jogjakarta, Rokhmadu Inuhayi Pemilik dan Pengelola Sun Rice Homestay Ruteng, Yeremias J. Aquino.
Baca juga: DPRD Belu Tetapkan Dua Ranperda Menjadi Perda
Hadir dalam kegiatan itu, kepala Divisi Komunikasi Publik Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF), Sisilia Jemana. Kepala Desa dan peserta dari 15 Desa Wisata di 3 Kabupaten tersebut dan Perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dari 3 Kabupaten tersebut.
Berdasarkan rilis yang disampaikan oleh Divisi Komunikasi Publik BOPLBF Kabupaten Manggarai kepada POS-KUPANG. COM, Selasa (27/10/2020) malam ditetapkannya Pariwisata sebagai sektor unggulan bangsa oleh Presiden Joko Widodo pada 2016 lalu menjadikan pariwisata mengemban peran strategis memimpin pembangunan perekonomian bangsa dan menjadi gerbang bagi bertumbuhnya industri sektor lain seperti jasa, perhubungan, pertanian, perkebunan, peternakan, dan industri kreatif lainnya. capaian sektor pariwisata mampu menyumbang devisa terbesar bagi negara, yaitu Rp. 280 triliun sepanjang tahun 2019.
Baca juga: Gugus Tugas Covid-19 Manggarai Sosialiasi Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Langke Rembong
Cita-cita menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan bangsa kemudian diwujudkan dengan komitmen Pemerintah Pusat, yaitu dengan membangun 10 Bali Baru, salah satunya NTT dengan Labuan Bajo Flores, Bima, Lembata, dan Alor yang ditetapkan sebagai 1 dari 5 Destinasi Super Prioritas.
Labuan Bajo kemudian dinaikan statusnya sebagai Destinasi Pariwisata Super Premium oleh Presiden Joko Widodo tahun 2019 lalu saat berkunjung ke Labuan Bajo. Dengan demikian, Labuan Bajo saat ini menjadi satu-satunya Destinasi Pariwisata Super Premium yang ada di Indonesia.
Melalui kegiatan ini Direktur Utama BOPLBF Shana Fatina menjelaskan pentingnya memperkuat destinasi wisata, khususnya Desa Wisata dengan digitalisasi. Melalui pemanfaatan teknologi digital sebagai saluran informasi dan komunikasi yang mampu menyajikan potensi wisata desa.
Shana berharap promosi dan peningkatan kualitas pariwisata desa wisata dapat makin dioptimalkan.
"Sudah saatnya Desa-Desa Wisata kita di NTT go digital, dengan begitu informasi terkait potensi wisata desa makin mudah diakses oleh wisatawan. Masyarakat Desa Wisata juga secara mandiri dapat melakukan pemberdayaan ekonomi desanya dan sudah pasti desanya menjadi berkembang,"ungkap Shana.
Menurut Shana, visi menjadikan NTT sebagai gerbang ekowisata dunia meniscayakan peran serta Desa Wisata untuk turut berpartisipasi mewujudkan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Bagaimana menjadikan masyarakat, dalam hal ini masyarakat desa sebagai komponen utama pembangunan pariwisata di desanya masing-masing melalui sajian aktivitas keseharian masyarakat desa dan produk hasil tani atau kebun, serta aktivitas seni budaya masyarakat desa setempat yang memiliki keaslian budaya serta potensi desa lainnya yang dapat memberi nilai lebih/added value bagi masyarakat.
"Desa-desa wisata yang sudah siap kita digitilisasi dan kita pastikan aktifitas digitalnya dikelola dengan baik dan berkelanjutan, sambil tetap kita dampingi sampai mereka benar-benar mandiri dalam pengelolaan digitalnya,"kata Shana.
Sementara itu, Kepala Divisi Komunikasi Publik BOPLBF Sisilia Jemana dalam kesempatan tersebut menerangkan, dalam kegiatan tersebut peserta akan dilatih bagaimana membuat konten media yang menarik terkait potensi wisata di desanya masing-masing.
"Teman-teman Desa Wisata selama 2 hari ini akan kami bekali dan kami latih bagaimana membuat konten foto yang baik dengan menggunakan kamera sederhana. Selain itu, juga akan kami latih bagaimana membuat caption atau narasi yang baik yang bisa menunjang konten foto yang ada", jelas Sisilia.
lanjut Sisilia, konsep pembangunan pariwisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism) saat ini menjadi kiblat utama pembangunan pariwisata di NTT. Destinasi Eco-Wisata Premium, merupakan wujud destinasi wisata dengan konsep Sustainable Tourism (Eco-tourism) yang berkelanjutan, yang mengoptimalkan potensi pariwisata yang otentik dan mengedepankan orisinalitas, kekayaan alam dan budaya lokal masyarakat desa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kegiatan-penguatan-digitalisasi-destinasi-wisata.jpg)