Berita Nasional

Presiden Joko Widodo Berkeyakinan Perekonomian Indonesia akan Cepat Pulih, Simak Penjelasannya INFO

Pandemi Covid-19 membawa dampak buruk yang luar biasa dan telah menciptakan efek domino, mulai dari masalah kesehatan hingga m

Editor: Ferry Ndoen
DOK HUMAS SETDA NTT
Presiden RI Jokowi saat kunjungan kerja Bandara Komodo Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Kamis (1/10). Presiden Jokowi didampingi Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Forkopimda. 

POS KUPANG.COM--- Pandemi Covid-19 membawa dampak buruk yang luar biasa dan telah menciptakan efek domino, mulai dari masalah kesehatan hingga masalah sosial dan ekonomi.

Seluruh lapisan masyarakat terkena dampaknya, mulai dari tingkatan rumah tangga, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga korporasi.

Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan secara virtual pada peringatan hari ulang tahun ke-56 Partai Golkar menyebut bahwa pandemi Covid-19 telah membuat kontraksi ekonomi di berbagai negara, tak terkecuali Indonesia.

"Perekonomian di berbagai negara mengalami kontraksi, bahkan resesi. Tak ada yang kebal dari pandemi, termasuk negara kita Indonesia" ungkapnya dalam video yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu (24/10/2020).

Presiden Jokowi berdialog dengan pedagang saat pemberian modal kerja di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/9/2020).
Presiden Jokowi berdialog dengan pedagang saat pemberian modal kerja di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/9/2020). (Kompas.com/YouTube Sekretariat Presiden)

Kepala Negara menjelaskan, sebelum pandemi, ekonomi Indonesia selalu tumbuh sekitar 5 persen. Di tahun 2019 misalnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,02 persen.

Akibat pandemi, pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 2,97 persen di triwulan pertama, dan minus 5,32 persen di triwulan kedua tahun 2020.

"Tetapi dibandingkan dengan negara-negara lain, kontraksi ekonomi Indonesia relatif lebih landai dan saya meyakini insyaallah mampu untuk segera recovery, mampu melakukan pemulihan," imbuhnya.

Hal tersebut terlihat dari pergerakan berbagai indikator strategis selama triwulan ketiga tahun 2020 yang telah menunjukkan perbaikan. Harga-harga pangan seperti beras tetap terjaga.

Selain itu, jumlah penumpang angkutan udara di bulan Agustus 2020 naik 36 persen dari bulan sebelumnya. Neraca perdagangan September 2020 juga surplus US$2,44 miliar. Purchasing Managers Index (PMI) mulai memasuki tahap ekspansi kembali, dan telah terjadi peningkatan konsumsi.

"Ini artinya, peluang untuk mengembangkan usaha akan semakin terbuka, pertumbuhan ekonomi akan terus membaik dan penciptaan lapangan kerja bisa semakin terbuka luas," jelas Presiden.

Di awal sambutan, Presiden tak lupa menyampaikan ucapan selamat ulang tahun yang ke-56 bagi Partai Golkar. "Semoga Partai Golkar yang sudah besar sekarang ini terus besar dan berkontribusi untuk Indonesia Maju," tandasnya.

Presiden Jokowi menggunakan pakaian adat Amanatun, TTS dalam upacara memperingati Kemerdekaan RI ke-75
Presiden Jokowi menggunakan pakaian adat Amanatun, TTS dalam upacara memperingati Kemerdekaan RI ke-75 (POS-KUPANG.COM/DION KOTA)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Presiden Joko Widodo Berkeyakinan Perekonomian Indonesia akan Cepat Pulih, https://wartakota.tribunnews.com/2020/10/24/presiden-joko-widodo-berkeyakinan-perekonomian-indonesia-akan-cepat-pulih.

Editor: Alex Suban

Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved