Harga Cengkeh Anjlok, Petani: Kami Pasrah, Info
Keadaan ini membuat petani tidak semangat dan kadang terpaksa harus jual dengan penuh keterpaksaan karena membutuhkan uang.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
Ia mengaku sangat resah dengan harga cengkeh yang tidak sesuai harapan petani. Karena memang sudah sangat tidak wajar.
"Resah dengan harga anjlok orang tebang cengkeh. Petik Cengkeh juga ini nyawa. Jual mati ni, kita resah juga. Anak tangga ini sampai 30 an ini kita mau mati saja. Harga tidak sesuai dengan kerja keras kita," ujarnya.
Petani cengkeh lainnya, Aloysius Nu (63) menyebutkan sudah menjadi penderitaan petani ketika musim panen cengkeh tiba. Harga yang seharusnya memperhatikan nasib petani.
Aloysius menyatakan dirinya sudah menjual cengkeh dengan harga 40.000 rupiah dan menjual cengkeh dengan terpaksa.
Baca juga: YUK Disiplin Pakai Masker Bisa Turunkan Kasus Covid-19 Secara Drastis dalam Tiga Minggu, SIMAK INFO
Baca juga: Bandingkan Jokowi dengan Habib Rizieq Shihab, Rocky Gerung Sebut Sebut Siapa Lebih Pancasilais
Baca juga: Promo JSM Hypermart Minggu 25 Oktober 2020, Banyak Diskon, Baygon liquid elektrik Beli 2 Dapat 3
"Lepas pertama itu 40.000 rupiah. Yang terakhir itu 50.000 rupiah. Kami merasa terjepit sekali. Mana kami bayar upah dengan harga 60.000 perorang per hari itu kita tanggung semua, makan minum termasuk rokok. Kalau tidak buat, ya kita mau selamatkan hasil. Kalau tidak panen, tahun depan tidak lagi berbuah," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/harga-cengkeh-anjlok-petani-kami-pasrah.jpg)