7 Fakta Pangeran Brunei yang Menigggal Dunia Tadi Pagi, Masih Muda dan Tampan, Penuh Kontroversi

7 Fakta Pangeran Brunei yang Menigggal Dunia Tadi Pagi, Masih Muda dan Tampan, Penuh Kontroversi

Editor: Bebet I Hidayat
News.com.au | alarabiya.net
7 Fakta Pangeran Brunei yang Menigggal Dunia Tadi Pagi, Masih Muda dan Tampan, Penuh Kontroversi 

Perpaduan setelan jas dengan tubuh atletisnya bukan hanya menghasilkan penampilan yang mewah, tapi juga tampilan yang sempurna.

2. Pencinta olahraga

Ketika tumbuh dewasa, idola Prince Mateen adalah bintang sepak bola David Beckham. Tapi ketertarikannya pada olahraga bukan hanya sebatas sepak bola.

Prince Mateen aktif mengikuti berbagai kegiatan atletik. Seperti snorkeling, skydiving, golf, ski, mendayung, tinju, bulu tangkis, hingga menunggang kuda untuk bermain polo.

tribunnews
()Pangeran Abdul Mateen (29), putra Raja Brunei Darussalam, Sultan Hassanal Bolkiah. Abdul Mateen dikenal kaya raya, tampan, berpendidikan, baik hati, namun hingga kini masih melajang. (eva.vn)

Bahkan, ia berhasil menorehkan prestasi pada salah satu olahraga favoritnya, polo dengan mewakili negaranya dalam SEA Games pada tahun 2017 dan 2019.

3. Seksi dan Pintar

Bukan hanya gelar Pangeran yang bisa ia banggakan, pangeran Mateen juga dikenal pintar dalam bidang akademis.

Setelah menyelesaikan program sarjana di King's College London, Pangeran Mateen lulus dengan gelar Sarjana Seni Politik Internasional dari Unicversity of London pada musim panas 2014.

Dan pada tahun 2016, ia dianugerahi gelar Master of Arts dalam Studi Internasional dan Diplomasi setelah menyelesaikan program pascasarjana di School of Oriental and African Studies, London.

4. Seorang prajurit

Hal lain yang membuat Pangeran Mateen istimewa adalah mendapatkan pangkat letnan dua, yang diperolehnya pada tahun 2011 di kursus komisioner di Royal Military Academy Sandhurst, di Inggris.

Kursus ini berlangsung selama 44 minggu dan sangat melelahkan - pada satu titik, ia harus menggali parit selama tiga hari tanpa henti, dan jika ia mulai tertidur, para perwira komandan akan menendangnya untuk membangunkannya.

Ia juga harus berjalan ke tujuh gunung dalam waktu 24 jam selama pertandingan sepanjang 46 mil.

Terlepas dari kesulitan – kesulitan itu, Pangeran Mateen justru bersyukur bahwa hal tersebut telah membuatnya kuat secara mental dan fisik.

Ia juga menyebut bahwa kelulusannya dari akademi militer adalah hal terbesar yang pernah ia lakukan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved