Berita Maumere Hari Ini
Pemandu Selam Harus Bersertifikat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sikka Lakukan Hal Ini
Pemandu Selam Harus Bersertifikat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sikka Lakukan Hal Ini
Penulis: Aris Ninu | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka kembali menggelar kegiatan pelatihan pemandu selam tingkat dasar (Open Water), tingkat lanjutan (advance) dan tingkat rescue sebagai kegiatan lanjutan tahun 2019 pada, Selasa (20/10/2020) sore di CAPA Resort Maumere.
Pedoman pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 7 Tahun 2016 tentang pedoman wisata selama rekreasi di mana seluruh kegiatan wisata selam rekreasi pada perairan terbuka wajib didampingi oleh pemandu selam (Dive Guide), Renstra Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka Tahun 2019-2023, dan DPA Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka TA 2020.
Baca juga: Kekayaan Intelektual Dunia Usaha: NTT Peringkat Dua Indikasi Geografis
Tujuan diadakannya pelatihan menjadi pemandu selam ini adalah agar menghasilkan pemandu selam yang berkualitas di semua tingkatan sesuai standar kualifikasi pemandu selam dan mampu mempromosikan wisata bahari khususnya wisata alam bawah laut kepada wisatawan domestic maupun mancanegara.
Kegiatan pelatihan pemandu selam dibuka secara resmi oleh Penjabat Sekda Sikka, Wihelmus Sirilius di CAPA Resort Maumere, Selasa (20/10/2020) sore.
Baca juga: Debit Mata Air Waeia Menurun
Pelatihan ini direncanakan akan dilaksanakan selama enam hari berturut-turut pada tanggal 20-25 Oktober 2020 bertempat di CAPA Resort Maumere.
Anggaran kegiatan bersumber dari DAK Non Fisik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Tahun Anggaran 2020.
Pelaksana kegiatan ini diselenggarakan oleh Maumere Driver Community (MDC) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka.
Instruktur kegiatan pelatihan pemandu selam terdiri dari tiga orang dive master dan tiga orang calon assistant dive yang berasal dari Persatuan Selam Seluruh Indonesia (PSSI) dan Maumere Driver Community yang telah memiliki keahlian dan kualifikasi di bidang penyelaman.
Peserta pelatihan yang mengikuti sertifikasi untuk menjadi pemandu selam berjumlah dua puluh orang dimana 10 orang adalah peserta lanjutan dari pelatihan di tahun 2019 dan 10 orang adalah peserta baru yang berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Sikka dan telah memenuhi semua persyaratan.
Para peserta juga akan mendapatkan sertifikat pelatihan sesuai amanat juknis yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
Ketua Driver Community, Adrianus Ratu, salah satu peserta pelatihan pemandu selam merasa sangat senang bisa mengikuti pelatihan ini karena menurutnya inilah kesempatan baginya untuk bisa mempromosikan wisata bahari alam bawah laut Maumere.
Instruktur Dive Master, John Edward Sidjabat dalam kata sambutannya juga mengaku keindahan alam bawah laut Maumere jauh lebih indah dari taman laut Bunaken jika dipelihara dengan baik.
Ia juga akan membantu Driver Community untuk mendapatkan kapal dari Kementerian Kelautan, Pengembangan Desa Tertinggal, dan lain-lain.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka telah berkomitmen secara bertahap dan berkelanjutan melaksanakan pelatihan-pelatihan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia bidang pariwisata.
Hal ini juga berkaitan dengan semakin meningkatnya minat wisatawan terhadap wisata bahari khususnya wisata alam bawah laut sehingga tidak hanya infrastruktur dan teknologi pariwisata yang menjadi prioritas pembangunan bidang pariwisata namun menyiapkan sumber daya manusia bidang pariwisata yang professional juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pemandu-selam-harus-bersertifikat-dinas-pariwisata-dan-kebudayaan-sikka-lakukan-hal-ini.jpg)