Basuki Tjahaja Purnama

Diminta Kocok dan Lantik Ulang Pejabat di Pertamina, Ahok Dibilang KOMUT Rasa DIRUT, Mengapa? 

Bukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, jika pemikiran dan apa yang diutarakannya menyita perhatian publik

Editor: Benny Dasman
Kompas.com
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditemui usai menghadiri diskusi kebangsaan di Universitas Kristen Petra, Surabaya, Jawa Timur, Senin (19/8/2019). (KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN) 

POS KUPANG, COM JAKARTA - Bukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, jika pemikiran dan apa yang diutarakannya menyita perhatian publik. Pasalnya, apa yang diutarakan Ahok, berani, lugas dan berbeda dengan kebanyakan orang.

Pria yang dipercayakan sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) ini ingin menerapkan sistem pengocokan ulang jabatan di entitasnya seperti yang pernah ia lakukan di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta beberapa tahun lampau. Sistem tersebut dilakukan untuk menempatkan pegawai sesuai dengan kompetensinya.

“Semua dikocok ulang, dilantik ulang seperti waktu di Monas. Maksud saya harusnya begitu, baru didapatkan yang terbik dari yang terbaik,” kata Ahok dalam sesi wawancara bersama seniman Butet Kartaredjasa dalam sesi Butet Srawung yang diunggah melalui Youtube pribadi Butet, sepekan lalu.

Ahok menceritakan, saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta lalu, ia pernah memangkas pejabat dari 11 ribu menjadi 6.000. Langkah tersebut dilakukan guna mendorong efektivitas dan efisiensi lembaga.

Di samping melakukan pengocokan ulang, di Pertamina, Ahok juga ingin memperbaiki sistem kompitisi dalam memperoleh kursi jabatan. Ia pun akan menghapus warisan lama yang membuat pegawai hanya bisa memperoleh kedudukan tertentu berdasarkan periode waktu bekerjanya.  

Sistem ini dilakukan melalui evaluasi atau penilaian. “Kalau kamu tes, bagus bisa loncat empat-lima kali,” katanya.

Ahok pun mengungkapkan tak butuh lelang untuk membuka kompetisi kursi jabatan. “Kotak lelang hanya buat yang pensiun, yang kosong,” ucapnya.

Pada kesempatan itu juga Ahok menceritakan kesibukannya sebagai bos perseroan pelat merah. Saking sibuknya, ia dan jajaran dewan komisaris perseroan pelat merah itu bisa menggelar rapat hingga empat kali dalam sepekan.

Padatnya kegiatan ini tak berbeda dengan aktivitas jajaran dewan direksi. Padahal, umumnya, kewajiban dewan komisaris perusahaan hanya menggelar rapat sebanyak empat kali selama setahun.

“Ada yang meledek saya komut (komisaris utama) rasa dirut (direktur utama). Saya bercanda, saya dirut nyaru komut,” ucap Ahok dalam sesi wawancara bersama seniman Butet Kartaredjasa dalam sesi Butet Srawung yang diunggah melalui YouTube pribadi Butet, sepekan lalu, dan dikutip Tribunnews, Selasa (20/10/2020). *

 Artikel ini telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul Ahok Dibilang Komut Rasa Dirut, Ahok Minta Kocok dan Lantik Ulang Pejabat di Pertamina, https://manado.tribunnews.com/2020/10/20/ahok-dibilang-komut-rasa-dirut-ahok-minta-kocok-dan-lantik-ulang-pejabat-di-pertamina.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved