Yayasan Papa Miskin Adakan Penguatan Kapasitas Untuk Desa Bebas Malaria,Info

kegiatan karena desa Atakowa merupakan desa pertama di kabupaten Lembata yang telah di deklarasikan menjadi desa bebas malaria.

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
zoom-inlihat foto Yayasan Papa Miskin Adakan Penguatan Kapasitas Untuk Desa Bebas Malaria,Info
Dokumen Pribadi Yayasan Papa Miskin Lembata
Kepala SSR YPMD Lembata RD, Kristoforus Kristo Soge

Yayasan Papa Miskin Adakan Penguatan Kapasitas Untuk Desa Bebas Malaria

POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA--SSR Yayasan Papa Miskin Dekenat Lembata kembali melaksanakan kegiatan penguatan kapasitas UKBM ( usaha kesehatan bersumber daya masyakat) dengan Tema bersama UKBM Kita Wujudkan Desa Mandiri Menuju Desa Bebas Malaria.

Kegiatan UKBM ini terjadi di desa Atakowa, Kecamatan Lebatukan dari tanggal 14-16 Oktober 2020. Alasan pemilihan desa Atakowa sebagai tempat kegiatan karena desa Atakowa merupakan desa pertama di kabupaten Lembata yang telah di deklarasikan menjadi desa bebas malaria.

Adapun peserta kegiatan UKBM adalah perwakilan 15 orang yang terdiri perwakilan desa binaan program malaria perdhaki SSR YPMD Lembata antara lain desa Lamawolo kecamatan Ile Ape Timur, desa Atakoea kecamatan Lebatukan, desa Wowon dan Roma kecamatan Omesuri dan desa Tobotani kecamatan Buyasuri.

Kepala SSR YPMD Lembata RD. Kristoforus Kristo Soge dalam sambutannya pada kegiatan penguatan kapasitas UKBM mengajak semua pesrta yang hadir untuk sama-sama berproses selama 3 hari kegiatan dan sekembalinya dari kegiatan ini mereka tetap semangat dalam memmerangi penyakit malaria di desa masing-masing.

Pada kegiatan hari pertama, peserta juga melakukan refresing pengetahuan tentang penyakit malaria serta mengevalusi kegiatan selama satu tahun berjalan dan merencanakan kegiatan diskusi kampung di masing-masing RT di desa Atakowa dengan fasilitatornya Sherly Maran sebagai Program Manager.

Sedangkan agenda hari ke-2 dalam kegiatan penguatan kapasitas UKBM diawali dengan perayaan Ekaristi bersama selanjutnya para peserta melakukan diskusi kampung dengan metode 8 langkah menggali dari pengetahuan dan kebiasan masyarakat dan diakhiri dengan rencana aksi. Peserta dibagi dalam 5 kelompok dan tersebar di 3 dusun dan 1 sekolah yang ada di desa Atakowa.

Selain itu, ada materi terkait pemberdayaan masyarakat desa dengan pematerinya Vincent Benidau yang adalah fasilitator pemberdayaan kecamatan Lebatukan. Ada juga materi tentang pelayanan masyarakat dalam spirit kasih yang dibawakan oleh RD. Kristoforus Soge.

Selanjutnya para peserta mendapatkan materi dari program Manager Sherly Maran tentang teknik fasilitator dan startegi advokasi dalam program malaria perdhaki. Kegiatan hari kedua diakhiri dengan sharing dari ketua UKBM desa Atakowa dan pemerintah desa tentang stategi-strategi yang telah di jalankan sehingga desa Atakowa dapat di deklarasi menuju desa bebas malaria.

Pada hari ke-3 kegiatan penguatan kapasitas UKBM, para peserta bersama masyarakat dan penerapan RTL hasil diskusi kampung bersama masyakarat desa Atakowa.

Baca juga: Dinsos Kabupaten Sumba Timur Percepat Penyaluran Bantuan Beras Sosial

Baca juga: Haji Ramang Ishaka : 30 Ha Lahan Kerangan Toroh Lemma Batu Kallo Milik Pemda Mabar, Info

Baca juga: Ibu Muda di Ende Bunuh Bayi Kandung, Dikenal Sosok Ramah & Pendiam, Sudah Ditahan Polisi, Simak

Baca juga: Warga Dua Kecamatan di Amfoang Kini Merdeka dari Persoalan Kegelapan

Untuk diketahui, semua proses kegiatan selalu mematuhi protokol kesehatan, dengan selalu mencuci tangan, pakai masker dan jaga jarak.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved