Breaking News:

ASN Setubuhi Anak Dibawah Umur

Polisi Sebut ASN yang Lakukan Persetubuhan Anak Dibawah Umur Karena Tak Bisa Kendalikan Nafsu

dirinya melakukan persetubuhan kepada korban yang merupakan anak dibawah umur karena tak mampu mengendalikan nafsu birahinya.

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
KOMPAS.com/SHUTTERSTOCK
Ilustrasi kekerasan seksual anak 

Polisi Sebut ASN yang Lakukan Persetubuhan Anak Dibawah Umur Karena Tak Bisa Kendalikan Nafsu

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU--Kasat Reskrim Polres Timor Tengah Utara (TTU), AKP. Sujud Alif Yulamlam kepada Pos Kupang mengatakan bahwa, berdasarkan keterangan pelaku, dirinya melakukan persetubuhan kepada korban yang merupakan anak dibawah umur karena tak mampu mengendalikan nafsu birahinya.

Karena tak bisa mengendalikan nafsu birahinya, pelaku kemudian melancarkan aksi bejatnya kepada korban yang masih pelajar sekolah menengah pertama di salah satu sekolah di Kota Kefamenanu tersebut sebanyak dua kali.

"Pelaku lakukan persetubuhan karena dia nafsu melihat korban," ungkap Kasat Reskrim Polres TTU AKP. Sujud Alif Yulamlam kepada Pos Kupang melalui WhatsApp, Senin (19/10/2020).

Sujud mengatakan, dalam melakukan aksinya, pelaku yang sudah beristri dan memiliki lima orang anak tersebut melancarkan aksinya sebanyak dua kali dimana pada kali pertama dilakukan sekira bulan September 2020 dan kedua dilakukan pada tanggal 17 Oktober 2020 di kediaman pelapor.

Diberitakan sebelumnya, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang selama ini bekerja di lingkungan pemerintahan daerah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) diduga melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

ASN yang berinisial BN, asal Desa Noemuti, Kecamatan Noemuti tega melakukan persetubuhan terhadap korban berinisial YDH (13) yang merupakan seorang pelajar di Kefamenanu.

Akibat dari perbuatan pelaku, korban dinyatakan positif hamil. Karena dinyatakan positif hamil, keluarga korban pun langsung melaporkan kasus tersebut ke Mapolres TTU.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini menyebutkan bahwa, kasus tersebut terungkap ketika pada, Sabtu (17/10/2020), sekira pukul 07:00 Wita, pelapor berinisial SKM diberitahu oleh adiknya EF, jika anaknya YDH tengah hamil.

Untuk mengecek dan memastikan kebenaran terkait dengan informasi kehamilan tersebut, pelapor dan ibu korban langsung membeli alat tes kehamilan.

Setelah pelapor dan ibu korban membeli alat tes kehamilan, kedua langsung melakukan tes kehamilan kepada korban. Berdasarkan hasil tes, korban dinyatakan positif hamil.

Baca juga: Raffi Ahmad Bongkar Penyebab Putus dengan Yuni Shara, Gading Marten: Kalau dengan Cynthia Bella?

Baca juga: Update Corona Sumba Timur, Tidak Ada Lagi Sampel yang Dikirim, Info

Baca juga: Raffi Ahmad Bongkar Penyebab Putus dengan Yuni Shara, Gading Marten: Kalau dengan Cynthia Bella?

Karena positif hamil, korban pun mengakui kepada pelapor dan sang ibu, bahwa pelakunya berinisial BM lah yang menyetubuhinya sebanyak dua kali, dimana pada kali pertama dilakukan sekira bulan September 2020 dan kali kedua dilakukan tanggal 17 Oktober 2020 di kediaman pelapor.

Tak terima dengan perbuatan pelaku, pelapor SKM yang adalah kakak dari ibu korban mendatangi Mapolres TTU untuk melaporkan kasus amoral tersebut supaya diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved