Salam Pos Kupang
Pilkada Lancar, Masyarakat Sehat
KONTROVERSI mengenai penyelenggaraan Pilkada di tengah Pendemi Virus Corona saat ini masih terus terjadi antara para pakar
POS-KUPANG.COM - KONTROVERSI mengenai penyelenggaraan Pilkada di tengah Pendemi Virus Corona saat ini masih terus terjadi antara para pakar dan praktisi demokrasi dan kesehatan.
Pilihan antara pelaksaanaan demokrasi dan menjaga kesehatan masyarakat saat pendemi kerap menjadi bahan diskusi dan perdebatan di berbagai tingkat mulai dari daerah hingga pusat.
Saat ini pelaksaan Pilkada digelar pada 270 daerah di Indonesia yang terdiri dari 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota. Jumlah ini tidak sedikit.
Baca juga: Pjs Bupati Ngada Kunjungi PKBM Bravostart Mataloko, Ini Tujuannya!
Di NTT tercatat 9 daerah yang menggelar Pilkada pemilihan bupati dan wakil bupati masing-masing tiga di Pulau Flores, dua di Pulau Sumba, tiga di Pulau Timor dan Sabu Raijua.
Pilkada sering juga disebut pesta demokrasi lokal. Kalimat pesta memberi gambaran bahwa orang berkumpul dalam jumlah banyak dan bersuka ria. Namun kondisi saat ini tidak normal seperti Pilkada atau Pemilu sebelumnya.
Baca juga: Sering Urus Sampah, Ini Kisah Wanita Yang Dijuluki Ratu Sampah di Sikka
Pilkada kali ini berlangsung di tengah pendemi virus corona yang mendunia . Sudah begitu banyak korban yang berjatuhan terpapar virus yang tak mengenal status sosial ekomoi, jenis kelamin dan usia ini.
Di tengah kontroversi ini, pemerintah pusat memutuskan tetap melaksanakan Pilkada dengan ketentuan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Ini dilakukan dengan tujuan terlaksanakanya Pilkada secara lancar untuk menghasilkan kepala daerah dan juga masyarakat tetap sehat dan terhindar dari ancaman virus corona atai Covid-19 ini.
Di NTT salah satu daerah yang melaksanakan Pilkada adalah Kabupaten Ngada. Bahkan Pilkada Kabupaten Ngada menjadi contoh penyelenggaraan yang aman karena secara serius mengutamakan penerapan protokol Covid-19.
Bahkan KPU setempat sudah melaksanakan penandatanganan pakta integritas bagi Paslon terkait penerapan protocol kesehatan.
Cara yang dilakukan KPU Ngada ini mendapat pujian dari Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito di Jakarta
Kita patut berbangga bahwa salah satu penyelenggara Pilkada di NTT mendapat pujian dari pemerintah pusat. Ini menempatkan NTT menjadi salah satu contoh yang baik dalam pelaksanaan Pilkada bukan saja di NTT tapi juga di seluruh Indonesia.
KPU lain di NTT juga sepatutnya meniru cara yang dilakukan oleh KPU Ngada yang mewajibkan semua peserta dan pendukung Pilkada termasuk partai pengusung untuk mematuhi Protokol Kesehatan. Sebab hanya dengan cara itu, pilkada akan menjadi lancar dan tertib dan masyarakat pun terhindar dari ancaman Covid-19
Perlu diketahui bahwa penandatanganan Pakta Integritas Pilkada itu bukan saja acara seremonial untuk mendapat pujian semata. Namun harus juga dilaksanakan secara benar. Sebab, bila hanya acara seremonial tanpa pengawasan yang ketat maka klaster baru Pilkada bisa saja muncul di NTT.
Bahkan, bukan tidak mungkin angka kasus Covid-19 di akan meledak bersamaan dengan Pilkada. Bila ini terjadi maka demokrasi yang dijalankan telah mengabaikan kesehatan dan menjadi kerugian kita bersama. (*)