Berita Kupang Hari Ini
Dinas Kesehatan Perangi Demam Berdarah Dengue: Harus Gencar Seperti Penanganan Covid-19
Dinas Kesehatan NTT perangi demam berdarah dengue: harus gencar seperti penanganan Covid-19
Berdasarkan Permenkes 1501/2010 jika terjadi peningkatan kasus dua kali lipat di periode yang sama dibanding tahun sebelumnya atau ada peningkatan kematian lebih dari 50 persen dari angka tahun sebelumnya atau ada peningkatan kasus 3 kali berturut-turut dalam periode waktu hari, minggu dan bulan. Karenanya kita mesti waspada sejak dini.
Sebagaimana Sumba Timur tahun lalu KLB kasusnya 800-an dengan 885 kasus, 18 kematian. Tahun ini hanya 52 kasus dengan nol kematian. Begitu juga Manggarai Barat. Kenapa? Karena pemerintah, dinkes dan masyarakat bekerja keras, berkomitmen untuk memberantas KLB.
Mereka punya prinsip bahwa tak mau lagi ada KLB di sana, besok tidak boleh ada KLB, tidak boleh ada kasus lagi, tutup maka buka mata komitmen itu terus dilakukan.
Berdasarkan data terjadi fluktuatif penambahan maupun penurunan kasus. Pola ini selalu ada mestinya DBD bisa diantisipasi, bagaimana ini?
Benar, sebenanrya dengan pola penyakit DBD yang sudah diketahui ini, harusnya mulai September kita mulai membersihkan lingkungan dan saat ini teman dinkes di kota/kabupaten mesti sebarkan abate sehingga kita mulai bisa lebih awal mengendalikan penyakit ini.
Jika tidak maka pola ini akan muncul lagi setiap tahun. Khusus untuk abate, jika dimasukan dalam bak jangan dibungkus namun disebarkan. Dan abate berlaku hingga 3 bulan. Dan selalu membersihkan bak mandi dan tempat penampungan air yang terbuka.
Telur Nyamuk Aedes Agypti bisa bertahan berapa lama Ibu Erlina?
Telur nyamuk bisa bertahan 6 bulan sampai 1 tahun dan bertahan hingga suhu 40 derajat celcius. Jadi pada musim panas telur nyamuk tidak mati, nanti ketika musim hujan dan kelembabannya pas, maka jentik nyamuk itu akan menetas.
Dari bulan pra kasus KLB seperti Mei hingga September saat curah hujan tidak ada bukan berarti telurnya hilang, tapi tetap ada. Sehingga pada bulan Oktober saat suhu pas, maka dia akan menetas.
Karena itu harusnya mulai bulan Agustus hingga September ini kita sudah harus bersih-bersih sehingga masuk musim hujan, tidak ada lagi kasus KLB. Jika kita bijaksana dan waspada sejak awal maka kita bisa menekan perkembangbiakan nyamuk aedes agypti. Mari sekarang mulai bersihkan drainase, membabat rumput dan membersihkan lingkungan.
Apa pesan pa David buat masyarakat?
Mari menjaga lingkungan tetap bersih dan kita mulai berperilaku baik agar bisa menghilangkan habitat nyamuk sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran virus dengue.
Dari Ibu Erlina?
Masyarakat mesti tahu bahwa DBD sudah banyak makan korban nyawa. Korban Covid-19 ada 7 orang dan korban DBD ada 58 orang. Kenapa kita tidak berani mengaungkan DBD ini lebih hebat lagi dengan cara kita harus menjaga kebersihan lingkungan, menggempur jentik nyamuk agar DBD tidak lagi menjadi penyakit yang merugikan masyarakat NTT tercinta ini.
Mari bersama-sama membangun kesepakatan, komitmen untuk membasmi jentik nyamuk aedes agypti dari awal, dari sekarang. Kumandangkan Fight DBD setiap hari dan berperilaku yang baik sehingga nol kematian. (novemy leo/habis )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kasus-positif-covid-19-ntt-tembus-angka-402-waspada-zona-merah-hingga-coklat.jpg)