Di Nagekeo, 434 Ekor Babi Mati, Apakah ASF?, Info

menyebutkan dari jumlah tersebut diatas diantaranya ada yang positif demam babi afrika atau African Swine Fever (ASF).

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/GORDI DONOFAN
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Dinas Peternakan Nagekeo, drh. Fransiskus X.P.G. Bethana 

Di Nagekeo, 434 Ekor Babi Mati, Apakah ASF?, iNFO

POS-KUPANG.COM | MBAY --Dinas Peternakan Nagekeo mencatat sejak bulan April hingga Oktober 2020, jumlah Babi yang mati berjumlah 434 ekor.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Dinas Peternakan Nagekeo, drh. Fransiskus X.P.G. Bethana menyebutkan dari jumlah tersebut diatas diantaranya ada yang positif demam babi afrika atau African Swine Fever (ASF).

Pria yang akrab disapa Frans ini menyebutkan kasus ASF sudah ada di Nagekeo. Pihaknya sudah mendapatkan hasil pemeriksaan dari laboratorium veteriner Kupang dan Denpasar Bali.

Sampel yang dikirim berjumlah 17 sampel. 9 sampel dikirim ke Kupang dan 8 sampel dikirim ke Kupang. Hasilnya ada 4 sampel yang dinyatakan positif demam babi afrika atau ASF.

"Data yang kami catat ada 434 ekor Babi mati dari bulan April hingga Oktober 2020 itu Babi dari Aesesa dan Boawae. Termasuk 4 ini yang positif ASF. Yang positif ASF itu dari wilayah Desa Aeramo, Kelurahan Danga dan Boawae," ujar Frans Jumat (16/10/2020).

Ia menyebutkan untuk diwilayah lain belum ada kasus. Sehingga memang harus butuh kerjasama semua pihak untuk mencegah terjadinya penyakit ini.

"Kemarin itu dibulan lalu di Keo Tengah bukan ASF. Kalau mau urusan adat hitung baik-baik sudah. Kesadaran masyarakat ini penting," ujarnya.

Ia mengatakan selama beberapa bulan melaksanaan penjagaan di posko masuk Nagekeo, lebih banyak orang membawa hewan Babi atau daging babi via jalur selatan. Baik menggunakan angkutan umum maupun angkutan pribadi seperti sepeda motor dan lainnya.

"Utara sedikit dan selatan yang paling banyak. Tanggal 10 hingga 11 Oktober kemarin masih ditemukan upaya memasukan babi ke wilayah Nagekeo," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan).

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved