Berita Kupang Hari Ini
Bisnis Keluarga Lebih Tahan Banting
Dari total tersebut ada 15 persen peserta yang mempunyai usaha warisan dan 85 persen usaha sendiri
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Peserta yang mengikuti Kelas Online BI hari ini 78 persen sudah mempunyai usaha dan 22 persen belum mempunyai usaha. Dari total tersebut ada 15 persen peserta yang mempunyai usaha warisan dan 85 persen usaha sendiri.
Chairman the Center for Family Bussines Study, I Nyoman Marpa hadir menyampaikan materi "Mengelola Bisnis Keluarga Secara Profesional" secara virtual melalui zoom meeting.
Ia melihat tantangan terberat bisnis keluarga yaitu bagaimana memprofesionalkan perusahaan dan keluarga. Karena dimensinya tidak hanya bisnis tapi juga keluarga.
Baca juga: Pemkab Kupang Siap Percantik Kawasan Pasar Oesao
Sebenarnya bisnis keluarga walaupun dimulai dari kecil tapi sampai besar pun masih menjadi bisnus keluarga. Bisnis keluarga memiliki peran yang penting di dalam perekonomian.
Ia bercerita, waktu ia pertama kali memulai bisnis keluarga, sebagian besar menanyakan apakah sedang meneliti UMKM? Sehingga ada paradigma bisnis keluarga ada UMKM.
Tapi setelah masuk didalamnya bisnis keluarga dimulai dari skala kecil sampai besar adalah bisnis keluarga.
Baca juga: TNI Ajarkan Warga Desa Alas Selatan Buat Tempe
Berbicara bisnis, kata Nyoman, paling penting bisa terus berkembang selama-lamanya. Kemudian profesional bisnis keluarga dan tantangannya, karena hampor semua menginginkan bisnis keluarganya profesional tetapi banyak tantangan yang dihadapi.
Ia menjelaskan bisnis keluarga adalah usaha atau bisnis yang dikelola satu atau dua keluarga besar. Berbicara mengenai bisnis keluarga harus mempunyai mimpi yang besar dan ada sebuah kutukan bahwa generasi pertama membangun, generasi kedua menikmati dan ketiga menghabiskan.
Artinya sebagian besar bisnis keluarga selesai di generasi ketiga. Tetapi bila dapat mengelola dengan baik maka bisa berkembang. Karena banyak bisnis keluarga yang berkembang menjadi profesional yang besar dan bertahan ratusan bahkan ribuan tahun.
"Kalau kita bicara bahwa bisnis keluarga merupakan bagian penting tata kehidupan dan perekonomian suatu negara, ya. Karena 90 persen lebih bisnis di dunia bukan hanya di Indonesia adalah bisnis keluarga. Jadi jangan berkecil hati dengan bisnis keluarga," tuturnya.
Lanjutnya, bisnis keluarga lebih memilki daya banting yang kuat dari perusahaan non keluarga. Ada reses di Jepang bahwa perusahaan keluarga tingkat resistensi terhadap krisis dan kecepatan untuk bangkit lebih cepat dari perusahaan non keluarga.
Kemudian di Prancis ditemukan riset bahwa perusahaan keluarga memiliki daya tahan terhadap krisis yang jauh lebih baik dibandingkan perusahaan non keluarga.
"Lalu pada krisis pandemi, pada Mei lalu ada riset yang diluncurkan Jurnal Institut Ekonomi mengatakan bahwa ada tiga hal, perusahaan keluarga lebih punya resistensi kepada krisis, lalu krisis tahun ini membuat keluarga lebih harmonis dan krisis pandemi ini membuat mereka jauh lebih aware terhadap teknologi.
Itulah pentingnya dan besarnya peran bisnis keluarga du dunia serta diharapkan bisnis keluarga dapat menopang ekonomi bangsa.
Negara yang ekonominya kuat adalah negara-negara yang bisnis keluarganya kuat. Negara yang bisnis keluarganya kuat adalah Jepang lalu Jerman, Inggris, Eropa dan negara lainnya," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kelas-online-bank-indonesia.jpg)