Sabtu, 18 April 2026

Mengenang Pelari Indonesia Eduardus Nabunome: Terbaik Selama 40 Tahun

Mengenang Pelari Indonesia Eduardus Nabunome: yang Terbaik Selama 40 Tahun

Editor: Kanis Jehola
Kurniasih Budi
Pigura foto di dinding rumah duka almarhum Eduardus Nabunone pada Senin (12/10/2020) malam. Mencatatkan rekor marathon 2 jam, 20 menit, 17 detik, Eduardus Nabunone memecahkan rekor SEA Games XVIII atas nama Suyono dengan rekor 2 jam, 21 menit, 02 detik. Eduardus Nabunone, mantan pelari jarak jauh pada era 1980-an tutup usia malam ini, pukul 21.20 WIB, Senin (12/10/2020). 

Mengenang Pelari Indonesia Eduardus Nabunome: Terbaik Selama 40 Tahun

POS-KUPANG.COM - Edu Nabunome mengaku tidak cukup yakin bisa meraih emas lari maraton SEA Games 1997 yang mengambil start dan finish di Stadion Madya Senayan.

Tenaganya nyaris habis saat memasuki kilometer 21. Napasnya tersengal. "Beta su (sudah) pasrah Bu. Lemas, kaki berat sekali melangkah," kata Edu. Yang dia jaga hanyalah jangan sampai terjatuh mencium aspal.

Edu tetap berlari meski pelan dan fokus menelusuri jalan raya. Atlet kelahiran 21 April 1968 ini tidak berpikir soal jauhnya jarak 42,195 kilometer yang harus dia tempuh amat lekas demi menjadi juara. Dia terus melangkah meskipun lawan-lawannya seperti pelari asal Malaysia, Subramaniam dan atlet andalan Filipina Hector Bagio jauh meninggalkannya."Beta hanya berusaha jaga kestabilian langkah. Konstan. Jangan terlalu pelan dan tidak juga cepat-cepat," katanya.

Baca juga: Amanda Manopo: Tak Cemburu

Dia yakin kelelahan juga melanda pelari lainnya. Stamina cadangan Edu Nabunome muncul di kilometer 34. Di dunia atletik dikenal dengan fenomena second wind. Seorang atlet yang kehabisan napas dan terlalu lelah untuk melanjutkan langkah tiba-tiba menemukan kekuatan baru untuk mencapai kinerja puncak dengan pengerahan tenaga lebih sedikit.

mantan legenda pelari nasional asal NTT Eduardus Nabunome dirawat akibat terkena serangan jantung
mantan legenda pelari nasional asal NTT Eduardus Nabunome dirawat akibat terkena serangan jantung (tribunnews)

Sejak kilometer 35, 36, 37 pemilik nama lengkap Anderias Hiler Eduardus Nabunone mempercepat langkahnya. Di kilometer 39 dia mulai melewati pelari terdepan. Dua kilometer jelang finish Edu tak tertahankan lagi. Saya ikut berjingkrak girang menyambutnya di garis akhir di Stadion Madya.

Medali emas dari Edu melengkapi pencapaian kontingen Indonesia sebagai juara umum dengan koleksi 194 medali emas, 101 perak dan 115 perunggu.

Baca juga: 7 Desa di Kecamatan Io Kufeu Cari Sinyal di atas Pohon

SEA Games 1997 diikuti 10 negara mempertandingkan 34 cabang olahraga dalam 440 ajang. Thailand berada di urutan kedua dengan 83 emas, 97 perak, 78 perunggu disusul Malaysia Malaysia 55 medali emas, 68 perak dan 75 perunggu.

Penjemputan jenazah Eduardus Nabunome di Bandara El Tari Kupang, Kamis, 15/10/2020
Penjemputan jenazah Eduardus Nabunome di Bandara El Tari Kupang, Kamis, 15/10/2020 (POS-KUPANG.COM / DIONISIUS REBON)

Tak bisa dipungkiri Edu Nabunome yang menikah dengan sesama atlet atletik berdarah Flores Timur, Marcelina Ina Piran merupakan pelari jarak jauh terbaik NTT dan Indonesia selama 40 tahun terakhir. Belum ada atlet lain di negeri ini yang menyamai prestasinya.

Bahkan sampai saat ini Edu Nabunome masih pemegang rekor nasional (rekornas) lomba lari Bali 10K tahun 1989 dengan catatan waktu 29 menit 25 detik, maraton Singapura tahun 1993 (2 jam 19 menit 18 detik), lari 10.000 meter junior tahun 1986 di Jakarta dengan catatan waktu 30 menit 6,33 detik.

Edu Nabunome adalah pemegang rekor nasional lari maraton dengan catatan waktu 2 jam 19 menit 18 detik. Catatan itu dibuatnya pada 12 September 1993 di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIII/1993 di Jakarta.

Prestasi lain yang mengagumkan adalah Edu menciptakan hattrick medali emas nomor lari 10.000 meter putra SEA Games tahun 1987, 1989, dan 1991. Di nomor lari 5.000 meter putra, Edu mengoleksi medali emas EA Games 1987 dan 1989. Juga lari maraton di SEA Games 1997.

Selama periode 1980-2000, Edu Nabunome pernah menciptakan 14 rekor lari jarak jauh dan menengah. Dari jumlah itu, lima rekor nasional maih bertahan atas namanya hingga saat ini. Hampir 40 tahun berlalu.

Adapun lima rekor yang dicatat lulusan FISIP Universitas Moestopo Beragama, Jakarta itu adalah lari 10 ribu meter jalan raya, 29 menit 25 menit 10 detik yang dibuatnya pada Bali 10K tahun 1989.

Rekornas junior lari 10 ribu meter trek 30 menit 6 detik, rekor PON lari 5 ribu meter 14 menit 20 detik, rekor PON maraton 2 jam 19 menit 27 detik, dan rekor SEA Games maraton 2 jam 20 menit 17 detik.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved