Breaking News:

Pilkada Sumba Barat

Ketua Bawaslu Sumba Barat, Belum Temukan Pelanggaran Berat Selama Kampanye

Ketua Bawaslu Sumba Barat, belum temukan pelanggaran berat selama masa kampanye

POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Ketua Bawaslu Sumba Barat, Yusti Rambu Karadji, S.Th 

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK - Ketua Bawaslu Kabupaten Sumba Barat, Yusti Rambu Karadji, STh mengatakan belum menemukan pelanggaran berat atau serius yang dilakukan pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Sumba Barat periode 2020-2025 selama masa kampanye tanggal 26 September 2020 hingga sekarang.

Pihaknya juga belum menemukan kepala desa dan aparatur sipil negara yang terlibat aktif pada masa kampanye ini.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sumba Barat, Yusti Rambu Karadji, STh menyanpaikan hal itu di Waikabubak, Sumba Barat, Kamis (15/10/2020).

Baca juga: Waktu Berdoa Paling Mustajab Seorang Muslim,Sepertiga Malam Doa Dikabulkan,Saat Sujud & Turun Hujan

Menurutnya, dalam hal peserta kampanye, biasanya sebelum acara kampanye berlangsung terkadang hadir anak-anak dilokasi acara apalagi acara kampanye berlangsung di kampung-kampung. Rumah-rumah warga berhimpitan dan tidak mungkin meminta anak-anak keluar dari kampung itu. Caranya adalah meminta tim sukses agar menertibkan atau melarang anak-anak berada di rumah warga menjadi titik kampanye calon, dalam kampung kampung itu. Silahkan anak-anak berada dirumah lainnya dalam kampung itu. Hal tiu demi mencegah keterlibatan anak-anak pada acara kampanye tersebut.

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 6 Halaman 119--124 Buku Tematik SD & MI Mencintai Produk Indonesia!

Sementara itu koordinator divisi hukum penindakan pelanggaran dan penyelesaian sengketa Bawaslu Sumba Barat, Papi B.Ndjurumana, STh mengatakan sampai saat ini pihaknya baru menemukan satu staf aparat desa diduga terlibat pada kampanye calon tertentu. Pihaknya telah merekomendasikan kepada kepala desa untuk mengambil tindakan pada staf bersangkutan. Berkaitan dengan peserta kampanye, memang dilematis kampanye di kampung-kampung, karena tidak mungkin meminta orang keluar dari kampung dan cukup 50 orang saja berada dalam kampung mengikuti kampanye. Karenanya hanya meminta cukup 50 orang saja menghadiri acara kampanye di rumah tertentu yang menjadi titik kampanye. Sedangkan warga lainnya silahkan berada di.rumah masing-masing. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved