Jumat, 24 April 2026

Berita Kupang Hari Ini

Gubernur NTT Panen Perdana Garam di Babau Kabupaten Kupang

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat panen perdana garam di Babau Kabupaten Kupang

Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Suasana panen perdana garam di tambak garam yang dikelola PT Tjakrawala Timur Sentosa ( TTS) di Desa Babau, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang, NTT, Kamis (15/10/2020). 

POS-KUPANG.COM |KUPANG -- Gubernur Nusa Tenggara Timur ( Gubernur NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan panen perdana garam di tambak garam yang dikelola PT Tjakrawala Timur Sentosa ( TTS) di Desa Babau, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang, NTT, Kamis (15/10/2020).

Dalam acara panen perdana itu, Gubernur Viktor didampingi oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian NTT, Drs. M. Nasir Abdullah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi NTT, Aba Maulaka, Kepala Biro Humas Setda NTT Ardu Jelamu Marius, staf ahli Gubernur NTT, Lery Rupidara, Ima Blegur dan rombongan pejabat Pemprov.

Baca juga: Walhi NTT Sebut Ada Darurat Kemanusiaan di Pubabu Besipae

Gubernur Viktor dan rombongan tiba di lokasi tambak garam itu sekira pukul 12.50 Wita. Saat tiba, Gubernur Viktor langsung menuju satu lahan tambak garam yang siap dipanen. Saat itu Gubernur Viktor didampingi perwakilan PT Tjakrawala Timur Sentosa, Agung Imam Pratama serta Ketua Asosiasi Garam NTT, Daniel Cherlin.

Gubernur Viktor sempat memeriksa tekstur dan kualitas garam yang siap dipanen di meja garam (lahan tambak) dan berdiskusi dengan pihak perusahaan dan Asosiasi Garam NTT.

Baca juga: Waspada, Motamasin Berpeluang Jadi Alternatif Masuknya Narkoba dari RDTL

Kepada wartawan, Gubernur Viktor menyebut garam industri yang dipanen di lokasi itu memiliki kualitas sangat baik dengan kandungan NACL 95 sampai 99.

"Khususnya garam industri, garam industri itu garam dengan NACL 95 sampai 99. Hari ini dari data yang dilaporkan ke saya, bahwa NACL yang dipanen oleh teman teman disini, 95-96 persen," ujar Gubernur Viktor.

Untuk panen perdana garam di lokasi tersebut, pihak PT Tjakrawala Timur Sentosa menyebutkan memanen 10 ribu ton garam industri. Dari luas lahan 300 hektar yang dikelola, pihak PT Tjakrawala Timur Sentosa baru memanen di 50 meja (bidang tambak berukuran 1 hektar). Untuk setiap meja garam minimal menghasilkan 200 ton garam.

Kepada Gubernur, perwakilan PT Tjakrawala Timur Sentosa, Agung Imam Pratama menjanjikan akan memproduksi 30 ribu ton garam pada tahun 2021 mendatang.

"Panen perdana ini di satu meja minimal 200 ton, di sini 50 meja jadi 10 ribu ton. Tahun depan maksimal 30 ribu ton," janji Imam Pratama.

Gubernur Viktor bahkan juga menjanjikan akan mengundang Presiden RI Jokowi untuk melakukan panen garam di NTT.

"Saya akan undang beliau (Presiden) tahun depan, harusnya tahun ini tetapi karena Covid. Tahun depan bisa kita panen, nanti beliau nonton lewat drone, supaya jangan sampai bilang gubernur bohong," kata Gubernur Viktor.

Mantan anggota DPR RI itu berharap agar pembangunan konstruksi tambak garam di dua lokasi tambak yakni di Nunkurus dan Babau Kabupaten Kupang bisa selesai tahun depan. Karena itu, ia meyakini akan dapat memproduksi garam hingga 150 ribu ton.

"Target kita menuju 500 ribu ton per tahun (produksi garam NTT). Saat ini kita (Indonesia)impor 3,3 juta ton, berarti itu cukup memberi kontribusi," tegasnya.

Sebelum memanen garam di Tambak Garam Babau yang dikelola oleh PT Tjakrawala Timur Sentosa, Gubernur Viktor bersama rombongan terlebih dahulu meninjau pompa air di Tambak Garam Nunkurus yang dikelola oleh PT Timor Livestock Lestari. Di tambak garam seluas 600 hektar itu, rombongan hanya melakukan peninjauan sekitar 5 menit saja. (Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved