Laut China Selatan

Malaysia Meradang, Kapal China Seenaknya Terobos Teritori Laut, Tetapi Mereka Diam Karena Alasan Ini

Perjalanan yang dilaksanakan seminggu itu diniatkan untuk membantu perkuat ikatan regional dengan China di tengah tekanan dari Washington.

Editor: Frans Krowin
Kompas.com
Kapal perusak milik Angkatan Laut AS yang dilengkapi misil kendali, USS Higgins. Kapal ini menjadi satu dari dua kapal militer AS yang dilaporkan terlihat berlayar di wilayah Laut China Selatan, Minggu (27/5/2018).(SCMP / US NAVY) 

Ini merupakan kali ke-18 dalam 22 hari kapal China telah masuk perairan Jepang.

Menlu China Serukan ASEAN Bersatu

Sementara itu di saat yang hampir bersamaan Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak negara-negara tetangganya mewaspadai ambisi Amerika Serikat di wilayah Asia.

Diplomat tingkat atas China tersebut juga menyerukan kerja sama regional untuk menggagalkan provokasi pihak asing di Laut China Selatan.

Seruan itu disampaikan Wang dalam konferensi pers bersama dengan mitranya dari Malaysia sebagaimana dilansir dari RT, Selasa (13/10/2020).

Dia menambahkan bahwa anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) harus bekerja sama untuk memastikan keamanan di wilayah tersebut.

Diplomat tersebut berpendapat bahwa Laut China Selatan seharusnya tidak menjadi area bagi kekuatan besar yang bergulat dengan kapal perang.

Wang menambahkan bahwa China dan ASEAN memiliki kapasitas dan kebijaksanaan penuh serta tanggung jawab untuk menjaga perdamaian dan kententraman di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Wang yang mengunjungi Malaysia sebagai bagian dari tur ke Asia Tenggara, menyerukan kerja sama di antara negara-negara ASEAN untuk menghilangkan gangguan eksternal di Laut China Selatan.

Dia meminta mitra regional China untuk tetap waspada terhadap strategi "Indo-Pasifik" dari Washington.

Itu karena menurutnya, strategi tersebut menghadirkan "risiko keamanan" yang jelas untuk Asia Timur.

Baca juga: MENGHARUKAN, Seorang Ayah Menyamar Jadi Teknisi AC Hanya Untuk Temui 3 Anaknya Yang Telah Lama Pisah

Baca juga: Mbak You Blak-Blakan Sebut Sifat Adit Jayusman Yang Belum Diketahui Ayu Ting Ting: Orangnya Tertutup

"Apa yang (AS) kejar adalah untuk meneriakkan mentalitas perang dingin kuno dan memulai konfrontasi di antara berbagai kelompok dan blok, dan memicu persaingan geopolitik," kata Wang.

Ketegangan antara Negeri "Panda" dan Negeri "Uncle Sam" telah meningkat selama berbulan-bulan terakhir.

Patroli Angkatan Laut AS yang melalui Laut China Selatan terus membebani hubungan bilateral antara kedua negara.

Washington mengatakan kehadiran mereka di Laut China Selatan merupakan bagian dari misi "kebebasan navigasi" dan mengklaim bahwa operasi semacam itu melindungi lalu lintas laut di sana.

Sementara Beijing mengecam kehadiran militer AS sebagai provokasi yang mengancam kedaulatan teritorialnya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved