Laut China Selatan

Malaysia Meradang, Kapal China Seenaknya Terobos Teritori Laut, Tetapi Mereka Diam Karena Alasan Ini

Perjalanan yang dilaksanakan seminggu itu diniatkan untuk membantu perkuat ikatan regional dengan China di tengah tekanan dari Washington.

Editor: Frans Krowin
Kompas.com
Kapal perusak milik Angkatan Laut AS yang dilengkapi misil kendali, USS Higgins. Kapal ini menjadi satu dari dua kapal militer AS yang dilaporkan terlihat berlayar di wilayah Laut China Selatan, Minggu (27/5/2018).(SCMP / US NAVY) 

Perjalanan yang dilaksanakan seminggu itu diniatkan untuk membantu perkuat ikatan regional dengan China di tengah tekanan dari Washington.

Serta, dilanjutkan untuk menangani Pandemi Virus Corona.

Indonesia tentu tidak luput dari kunjungan itu.

Total perdagangan kedua belah pihak dari Januari ke Agustus mencapai 416,5 miliar Dolar.

Namun ketegangan antara kedua belah pihak juga tidak bisa dikesampingkan, dengan China secara agresif berusaha mengklaim Laut China Selatan.

Baca juga: JIKA Dapat Kesempatan Bermain dari Pelatih Robert Alberts, INILAH Nazar Pemain Muda Persib Saiful

Baca juga: Bek Tengah Barito Putera Dandi Maulana Cedera saat Latihan Mandiri, Simak YUK Info

Tangkapan Serupa Oleh Penjaga Pantai Jepang

Peta pulau Senkaku/Daioyus yang jadi sengketa dua musuh lama China dan Jepang
 
Peta pulau Senkaku/Daioyus yang jadi sengketa dua musuh lama China dan Jepang

Penangkapan di Malaysia bukan hanya yang terjadi dalam minggu ini.

Senin kemarin, penjaga pantai Jepang atau Japan Coast Guard (JCG) mengatakan ada dua kapal China yang masuk ke wilayah perairan Jepang.

Perairan yang dimasuki tersebut adalah perairan di sekitar pulau Senkaku, pulau yang diperebutkan oleh Jepang dan China.

Dilaporkan, dua kapal coastguard China telah berpatroli di wilayah tersebut sejak hari Minggu.

Mereka dilaporkan mencoba untuk mendekati kapal penangkap ikan Jepang agar pergi dari perairan itu.

Jepang baru-baru ini telah meningkatkan biaya pertahanan militer mereka ke jumlah tertinggi dalam sejarah.

Negara Matahari Terbit tersebut mengkomplain mengenai "gangguan tanpa henti" di perairan sekitar Senkaku.

Padahal perairan tersebut adalah wilayah pemancingan utama bagi Jepang.

Tak hanya itu, di situ juga tersimpan minyak dan gas alam yang sangat banyak.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved