Renungan Harian Katolik

Belajar Bersyukur dan Merawat Kepercayaan

Pekerja yang berbudi baik dan bijaksana akan mengerjakan pekerjaan yang dipercayakan dengan hati gembira

Editor: Agustinus Sape
Dok Maxi Un Bria
RD Maxi Un Bria dengan latar belakang menara Pizza Italia. 

Renungan Harian Katolik, Minggu 4 Oktober 2020

Belajar Bersyukur dan Merawat Kepercayaan

Oleh: RD. Maxi Un Bria

SELAMAT hari Minggu bagimu semua. Salve.

Bersyukur atas segala yang diterima itu indah dan hadirkan damai sejahtera. Sementara belajar untuk merawat kepercayaan dalam hidup itu pilihan.

Yang pasti setiap pekerjaan yang dipercayakan pemilik kepada seorang pekerja memiliki tuntutannya. Semakin banyak seseorang dipercaya semakin tinggi tuntutannya pula.

Pekerja yang berbudi baik dan bijaksana akan mengerjakan pekerjaan yang dipercayakan dengan hati gembira, juga penuh tanggung jawab karena ia sadar bahwa ia hanyalah seorang pekerja, bukan pemilik.

Pekerja yang baik giat melakukan refleksi dan evaluasi diri atas pekerjaan dalam semangat kerendahan hati, untuk belajar dan terus bertumbuh bersama sesama pekerja maupun pemilik.

Hal ini penting untuk dikaji dan direnungkan mengingat acapkali banyak konflik terjadi dalam dunia kerja karena seorang pekerja tidak mampu menempatkan diri dengan benar sesuai peran yang dipercayakan dan tergoda untuk berlagak memposisikan diri sebagai ‘pemilik’ yang ingin menguasai semuanya.

Setiap pemilik perusahaan yang mempercayakan sesuatu tugas kepada seorang pekerja akan merasa gembira ketika menyaksikan bahwa orang yang dipercayakan sungguh tekun melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya dengan baik serta menggandakan kebaikan bagi perusahaan dan khalayak.

Tanggung jawab yang ditunjukkan pekerja dalam melaksanakan amanat dan arahan pemilik, selain berguna untuk pertumbuhan karakter pekerja dan damai sejahtera pekerja, juga bermanfaat bagi banyak orang. Karena setiap pekerjaan apa pun jenisnya selalu berdimensi sosial.

Dunia paham bahwa setiap pekerjaan sekecil apapun yang dikerjakan dengan penuh tanggung jawab akan membuahkan damai sejahtera, kebaikan dan manfaat bagi pekerja dan banyak orang.

Sebaliknya, sebuah pekerjaan entah itu kecil ataupun besar yang tidak dikerjakan dengan benar dan baik, selain akan menghadirkan kerugian bagi diri, juga berdampak negatif bagi orang lain.

Itulah sebabnya, perumpamaan yang Yesus ajarkan dalam perikop Matius 21 : 33-43 tentang penggarap-penggarap kebun anggur memiliki ajakan utama bagi para khalayak untuk belajar dan berupaya menjadi pekerja yang bertanggung jawab. Karena baik Allah maupun dunia membutuhkan nilai tanggung jawab dalam bekerja.

Setiap pekerja yang baik, tahu apa yang mesti dikerjakan untuk menghasilkan buah pada waktunya dan menyerahkan serta mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya kepada pemilik kebun anggur. Tanpa ada niat untuk menguasai semuanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved