Pilkada Sumba Timur

Dandim 1601 Sumba Timur Minta Para Elit Politik dan Masyarakat Taat Protokol Kesehatan

Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol Czi. Dr. Dwi Joko , S.E, M.I. Pol meminta para elit politik dan masyarakat agar bisa menaati protokol kesehatan

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol Czi. Dr. Dwi Joko, S.E,. M.I. Pol 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol Czi. Dr. Dwi Joko , S.E, M.I. Pol meminta para elit politik dan masyarakat agar bisa menaati protokol kesehatan saat pelaksanaan tahapan kampanye pemilihan bupati dan wakil bupati Sumba Timur.

Dwi Joko menyampaikan hal ini kepada POS-KUPANG.COM, Kamis Jumat (1/10/2020).

Menurut Dwi, di suasana Pilkada Sumba Timur perlu ada perhatian di dalam penerapan tradisi kebiasaan baru.

Proyek Penataan KSPN di Labuan Bajo, Gubernur Viktor Sebut Presiden Jokowi Top

"Saya minta para elit dan masyarakat harus benar-benar patuhi protokol kesehatan. Para elit politik harus menjadi contoh kepada masyarakat," kata Dwi.

Dia juga mengharapkan, masyarakat dan elit politik yang sedang melaksanakan pilkada serentak agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Saat ini kita belum tahu bilamana kepastian negara kita terbebas dari Covid -19. Apalagi, belum adanya Vaksin maka masih menjadi ancaman nyata bagi kita semua," katanya.

Penjabat Bupati Silaturahmi ke DPRD Minta Dukungan Sukseskan Pilkada

Sebelumnya juga Dwi mengatakan, pada tanggal 26 September hingga 5 Desember 2020 adalah masa kampanye. Perlu kearifan dari masing-masing paslon, karena saat ini masih dalam suasana Pandemi Covid-19.

Dijelaskan, pandemi ini belum berakhir sehingga pentingnya paslon memperhatikan semua protokol kesehatan dan juga aturan KPU.

"Saya tegaskan, perlunya kearifan para calon kepala daerah. Ini dimaksud adalah masa pandemi Covid-19 belum berakhir ,artinya ancaman masih dapat muncul dalam pelaksanaan kampanye yang secara masif tingkat penyebarannya," jelas Dwi.

Lebih lanjut, Dwi mengatakan, pilkada saat ini adalah sejarah bagi bangsa Indonesia, karena berada di masa pandemi Covid-19,yang justru seharusnya dapat melahirkan pemimpin yang adaptif mampu mengikuti perubahan dengan bijak dan cerdas.

Dwi juga mengatakan, pemimpin yang memiliki inovasi dengan tanpa mengumpulkan massa namun program visi dan misi dapat tersampaikan kepada masyarakat .

Kontestasi yang ada di masa pandemi ini jadikan ajang untuk menunjukkan kemampuan dari masing- masing para peserta pilkada bupati dan wakil bupati.

"Lebih saya tekankan mari utamakan kesehatan masyarakat. Bagaimana seorang pemimpin terpilih akan menjalankan program-program apabila rakyatnya sakit ,menderita tidak bisa kemana-mana karena dibatasi, akan menjadi suatu keniscayaan bahwa kondisi kesehatan masyarakat ini berpengaruh langsung terhadap implementasi program yang digalakkan para calon kepala daerah," ujarnya.

Dikatakan, penerapan protokol kesehatan adalah harga mati bagi pelaksanaan pilkada serentak saat ini.

"Saya mengajak kepada para paslon jangan mengumpulkan massa dalam berkampanye, berinovasilah dalam menyampaikan program-program,visi dan misi anda sehingga tetap dapat diketahui oleh masyarakat. Kemampuan para paslon dituntut dalam hal ini, perlu adanya perubahan metode dalam berkampanye bukan mengumpulkan massa mungkin dapat dilakukan dengan person by person, rumah ke rumah dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan," ujarnya.

Dwi mengatakan, sudah ada peraturan bupati yang juga harus dilaksanakan oleh semua masyarakat dan lebih ditekankan, adalah penerapan 3 M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved