Opini
Saya PKI!
Peristiwa itu sendiri menjadi titik balik petaka bagi kaum kiri di Indonesia dan durja kemanusiaan dalam sejarah bangsa dan dunia.
Di kemudian hari, operasi ini berhasil dan Amerika Serikat mengadopsi pola operasi ini di negara lain seperti Chile tahun 1973.
Operasi itu diberi sandi "Djakarta Operation".
Bertujuan menggulingkan pemerintahan sah dan demokratis Presiden Salvador Allende yang berhaluan kiri melalui kudeta yang dilakukan militer dibawah komando Jenderal Agusto Pinochet.
Pinochet sendiri setelah ditendang dari kekuasaan bernasib buronan sepanjang hidupnya dan meninggal tanpa kehormatan sebagai pelanggar HAM berat.
Sama dengan Soeharto, meninggal dengan status pelanggar HAM berat dan sebagai tersangka.
Ulah sebagai penguasa diktator di suatu negara demokrasi akan selalu dikenang oleh rakyatnya sebagai penjahat dan perompak harta negara, namun tindakan ingin mengubah ideologi negara juga tidak boleh dibiarkan.
Kaum kiri (komunisme) dan kanan (Islam) semuanya telah gagal mengganti ideologi negara Pancasila dan dapat diremuk-redamkan oleh pemerintah dan rakyat.
Tapi merawat kebencian terhadap kelompok tertentu apakah kaum kiri atau kanan yang tidak terlibat dalam peristiwa itu juga tidak dapat dibenarkan oleh konstitusi negara.
Nobar ditengah pandemi
Film G30S/PKI harus dipandang sebagai bagian dari propaganda politik rezim Orde Baru.
Bertujuan mempertahankan kekuasaan, memelihara hegemoni militer dan merawat rasa takut masyarakat sehingga dapat dikapitalisasi menjadi sokongan politik kuat terhadap figur sentral yang dianggap berjasa mengatasinya.
Naskah awalnya sendiri dibuat oleh Nugroho Notosusanto dan Ismail Saleh yang kemudian menjadi pejabat negara dikemudian hari dan direkrut Soeharto.
Tajuk naskahnya berjudul Tragedi Nasional Percobaan Kup G30S/PKI di Indonesia tahun 1968 dan menjadi acuan utama dalam pembuatan film Pengkhianatan G30S/PKI garapan sutradara kawakan Indonesia, Arifin C. Noer.
Dirilis pertama kali pada 1984 dengan durasi waktu 271 menit.
Jajang C. Noer (istri Arifin) dalam suatu wawancara tv nasional mengakui bahwa film tersebut memang pesanan dari penguasa saat itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/udin.jpg)