Presiden Soeharto Dulu Pernah Ditampar, Sosok Inilah Yang Berani Tampar Soeharto Pada Tahun 1950-an

Sekitar tahun 1950-an, sebagai Panglima Wirabuana, Alex Evert Kawilarang melaporkan kepada Presiden Soekarno bahwa keadaan di Makassar sudah aman.

Editor: Frans Krowin
wartakota.com
Soeharto dan Alex Evert Kawilarang 

Pasca tahun itu nama Alex Evert Kawilarang sering dihubung-hubungkan dengan angkatan perang PRRI/Permesta (1959).

Alex Kawilarang dikenal sebagai seorang yang berdarah militer.

Ayahnya seorang perwira KNIL yang pada tahun 1910 sudah mendapat pendidikan sekolah perwira di Jatinegara.

Alex Kawilarang sendiri setelah menyelesaikan sekolah menengahnya di Bandung masuk CORO (Corps Opleiding Reserve Officieren =Korps Pendidikan Perwira Cadangan)

Terpapar Virus Covid-19 4 Persen dari 2.000 Karyawan Bank Permata Lakukan Isolasi Mandiri

Korem 161/Wira Sakti Gelar Sosialisasi P4GN, Ini Tujuannya

Pada tahun 1941, Alex Evert Kawilarang masuk Koninklijk Militair Academia=Akademi Militer Kerajaan (KMA), yang dipindahkan dari Breda (Belanda) ke Hindia setelah serbua Jerman atas Belanda (1940).

Karena dinililai sangat cakap, Alex Evert Kawilarang ditunjuk menjadi instruktur pada akademi militer tersebut dan ikut bertempur melawan Jepang, bahkan ia pernah merasakan siksaan sebagai tawanan Jepang.

Pada awal revolusi Alex Evert Kawilarang bersama sejumlah rekannya di CORO dan KMA ikut menyusun tentara keamanan rakyat di wilayah Jawa Barat.

Pada awal 1946 Alex Evert Kawilarang diangkat sebagai Komandan Brigade II untuk wilayah yang mencakup Cianjur, Bogor dan Sukabumi dengan pangkat Letnan Kolonel.

Dalam Agresi Belanda pertama (pertengahan 1947), Alex Evert Kawilarang mendapat ultimatum dari Belanda untuk menyerah.

Akan tetapi, Alex Evert Kawilarang menjawab bahwa ia bersama rekannya lebih suka mati dari pada menyerah.

Kota Sukanegara yang menjadi markas Brigade II direbut Belanda, namun Alex Evert Kawilarang telah bumihanguskan terlebih dahulu.

Seiring dengan berlakunya Perjanjian Renville, Alex Evert Kawilarang ikut pindah ke Yogyakarta.

Pada bulan Agustus 1948 Alex Evert Kawilarang dikirim ke Sumatera untuk ikut mengadakan reorganisasi ketentaraan di sana.

Setelah penyerahan kedaulatan ia diangkat sebagai Panglima Teritorium Sumatera Utara dan berkedudukan sebagai Gubernur Militer (1950).

Alex Kawilarang kemudian ditugaskan untuk menumpas pemberontakan militer Andi Azis di Sulawesi Selatan.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved